376 Peserta Mengikuti Seleksi Cakep.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat kian meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Melalui seleksi terbuka, para pendidik diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin di sekolah.

Seleksi ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat DR. H. Aidy Furqon, MPd menjelaskan, seleksi dilakukan dalam dua tahap yakni seleksi administrasi dan seleksi substansi yang diikuti 376 peserta.

Seleksi Administrasi ini meliputi kelengkapan dan kesesuaian antara persyaratan administrasi manual yang kemudian disinkronkan dengan Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) peserta dengan Sistem Informasi Manajemen Tenaga Kependidikan (SIM Tendik) yang ada dalam aplikasi online.

“Inilah cara seleksi terbuka yang kami siapkan melalui manual dan online.” Jelas Aidi.

Lebih lanjut Aidi menjelaskan, peserta yang telah memenuhi persyaratan administrasi yang berkesesuaian dengan simtendik dinyatakan lulus untuk kemudian memperoleh kesempatan mengikuti seleksi substansi yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) bersama Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS Indonesia.

“Kedua Lembaga inilah yang nantinya menyeleksi dengan mekanisme yang dimiliki,” Tambah Aidi.

Seleksi substansi dilaksanakan dari tgl 18 November 2019 s.d 2 Des 2019 dalam 5 angkatan dan diikuti 376 orang. Angkatan 1 dan 2 diikuti oleh peserta dari Kab Bima, Kota Bima dan Dompu yang dilaksanakan di Kabupaten Bima.

Angkatan 3 dilaksanakan di Sumbawa Besar untuk peserta dari Sumbawa dan Kabutapen Sumbawa Barat. Sedangkan angkatan 4 dan 5 dilaksanakan di Mataram yang diikuti peserta dari pulau Lombok.

Pada seleksi substansi, peserta memeperoleh pembekalan untuk selanjutnya mengikuti 5-6 jenis tes dan diahiri dengan wawancara. Tahapan ini dilaksanakan selama 3 hari dan peserta yg dinyatakan lulus ataumemenuhi pasing grade diusulkan mengikuti tahap peningkatan kapasitas melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) calon kepala sekolah (Cakep) tahun 2020.

Diklat Cakep ini dilaksanakan dengan pola In The Job Training (IJT) dan On the Job Training (OJT) selama 3-4 bulan dengan minimal 171 jam pelajaran. Yang lulus akan memperoleh sertifikat Calon Kepala Sekolah dan Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).

“Mereka yang lulus akan dapat sertifikat dan NUKS,” kata Aidi menutup. []

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru