Para Guru Diharap Membawa Perubahan Dunia Pendidikan

Mataram_Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan Agama dan Keagamaan RI menggelar Penelitian Tindakan kelas (PTK) Guru-guru madrasah se – NTB yang dilaksanakan di Aula Utama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB Senin ( 21/10-2019 ).

Kepala Bagian Tata Usaha H. Sirojudin membuka secara resmi kegiatan Penelitian Tindakan Kelas tersebut .Kegiatan PTK ini sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) terutama bagi guru karena guru sudah melaksanakan tugas sebagai guru profesional namun hanya perlu ditingkatkan kualitasnya saja karena tuntutan kedepan para guru semakin ketat persaingannya di semua lini,

Oleh karenanya guru harus meningkatkan kemampuan pada saat pergeseran dikemudian hari nanti dan harus merubah diri menjadi lebih baik. H. Sirojudin mendorong para guru agar meningkatkan diri dan meningkatkan kemampuannya untuk menyampaikan ilmunya pada anak didik, dan yang terkait dengan sarana prasarana maka harus memahami operasionalnya dengan baik.

Hasil karya ilmiah para guru yang lebih baik dan efektif maka akan melekat dan melahirkan SDM yang lebih baik. H. Sirojudin menambahkan andai gurunya hebat, maka siswa-siswinya akan lebih hebat lagi karena sumbernya dari guru yang hebat, namun jika gurunya tidak hebat tidak mungkin anak didik menjadi hebat ungkap H. Sirojudin seraya mendorong para guru untuk bersama-sama menjadi guru-guru yang terbaik.

H. Sirojudin berharap pada kegiatan seminar ini akan melahirkan karya-karya ilmiah yang benar-benar akan bisa membawa perubahan di dunia pendidikan khususnya di Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya Kasi Pendidikan Dan Kependidikan Khairul Hadi mengucapkan selamat datang kepada Tim Penelitian Tindakan Kelas Yusri dan Syukrillah dari Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan dan melaporkan pula bahwa peserta se - NTB berjumlah dua angkatan yang masing-masing angkatan ada 5 (lima) orang, kemudian angkatan kedua 5 (lima) orang menjadi 10 (sepuluh) orang dimana kegiatannya bersamaan dilaksanakan.

Menurut Kasi Pendidikan Dan Kependidikan Khairul Hadi hasil diklat akan diperoleh pada saat seminar usai, dan hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Diklat tersebut setelah menerima sertifikat telah usai maka dapat diketahui untuk penentuan lulus atau tidaknya. Dalam laporannya Khairul Hadi mengatakan bahwa para peserta berasal dari guru-guru Bahasa Indonesia dan guru Bhs Inggris . Mhd_kwl

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru