Pemkot Akan Kaji Ulang BSM

MATARAM-Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang digelontorkan Pemkot Mataram untuk membantu
kebutuhan pendidikan bagi siswa miskin yang terdaftar pada tingkat SD dan SMP sederajat, saat ini
tengah dikaji. Menyusul banyaknya laporan dan temuan dari kepala sekolah, bahwa BSM itu tidak lagi
tepat sasaran.


Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, terkait dengan adanya laporan tersebut,
pertemuan dengan kepala sekolah pada tingkat SD dan SMP sudah dilakukan. Diakuinya, salah satu isu
yang mencuat, agar pemkot meninjau ulang kebijakan BSM tersebit.


“Salah seorang kepala sekolah meminta agar kebijakan kami (pemkot) tentang BSM perlu ditinjau lagi,”
tegasnya, saat ditemui di ruang kerjanya.


Berdasarkan laporan yang ia terima, saat ini BSM dinilai kurang efektif, mengingat siswa miskin sudah
mendapatkan banyak bantuan dari Kartu Indonesia Pintar (KIP). Disamping itu, banyak siswa yang
mendapat BSM telah memiliki kendaraan bermotor. Sehingga indikator atau syarat terkait layak atau
tidaknya siswa tersebut menerima BSM, harus dikaji lagi.


“Karena hal itu, saat kepala sekolah menandatangani surat keterangan miskin, itu juga menjadi sesuatu
hal yang dilematis,” kata Eko sambil mengutip laporan seorang kepala sekolah yang disampaikan
kepadanya.


Diketahui, setiap siswa SD/MI menerima BSM yang bersumber dari APBD murni ini sebesar Rp180 ribu
dan siswa SMP/MTs mendapatkan sebesar Rp 300 ribu pertahunnya. Karena itu kata Eko, para kepala
sekolah menyarankan agar pemkot mengalihkan anggaran BSM tersebut, untuk menggaji para guru
honorer.


Meski demikian, dirinya mengakui, semua saran yang masuk bisa dijadikan pertimbangan. Namun, ia
meminta agar pihaknya diberikan kesempatan mempelajari dan mengeveluasi kebijakan tersebut.
Apakah kasus hanya terjadi disekolah-sekolah tertentu, atau secara umum BSM ini masih berjalan
efektif. Tentu saja pemkot harus mempertimbangkan secara sesuatunya secara matang.


“Ini masukan yang berharga buat kami (pemkot), makanya pas pertemuan itu, kami minta diwaktu
sejenak, mempelajari seperti apa kondisi riil dilapangan baru bisa kami putuskan,” tandasnya.


Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali yang ditemui usia kegiatan mutasi
jabatan struktur pemkot di Pendopo Wali Kota Mataram enggan berbicara banyak mengenai tuntutan

para kepala sekolah. Ia hanya mengatakan, akan berkoordinasi dengan kepala sekolah SD dan SMP
untuk mempelajari seperti apa kondisi riil BSM tersebut.
“Nanti kalau sudah ada informasi lengkapnya, saya akan beritahu,” tandasnya sambil berlalu pergi. (yun)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru