Literasi Digital Media Untuk Eksplore Diri dan Potensi NTB

Mewakili Gubernur NTB, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH mengatakan kegiatan Creatormuda Academy merupakan langkah untuk memperkaya literasi digital digagas Kreator Muda Akademi yang di ikuti oleh siswa-siswi tingkat SMA/SMK sederajat se-NTB, sangat penting sebagai referensi untuk menghadapi era digitalisasi.


Menurut pria yang biasa disapa Pak De ini, masa depan Indonesia ada ditangan generasi muda sebagai pelajar. "Lebih khusus wajah NTB kedepan ada di tangan kalian anda semua," kata PLT. Kadis Kominfotik NTB ini pada acara Creatormuda Academy,  Kamis (19/9/2019) di Kota Mataram yang diikuti oleh 270 pelajar SMA/sederajat se-Nusa Tenggara Barat .

Ia juga menjelaskan, NTB telah mencanangkan, program NTB Gemilang. Yang artinya NTB adalah rumah besar bagi kita semua yang menghadirkan kedamian, kesejahteraan, keharmonisanfan tentu masa depan yang membahagiakan kita semua. "Inilah NTB Gemilang," tuturnya.

Lanjutnya, di NTB terdapat potensi sumber daya yang luar biasa. Ada kekayaan alam, wilayah baik agraris, maritim, tambang dan sebagainnya. Semua ini tidak ada nilainnya, kalau SDM tidak bergerak dan kreatif serta menjadi penonton. "Itu tidak bernilai apa-apa, Potensi SDM itu ada pada adik-adik semua ini, sehingga harus sejak dini mempersiapkan diri dengan ilmu dan ketrampilan," sebut mantan Irbansus Inspektorat Provinsi NTB ini.


Saat ini media sosial sering dipergunakan hanya untuk hal yang kurang produktif. "Ada Intagram, Youtube, Facebook atau Whatup hanya untuk chating atau menulis status yang tidak bermanfat, ini perlu dirubah sehingga Medsos dapat dimanfaatkan untuk mebuat video atau tulisan yang kreatif mengekplor tentang potensi daerah atau hal yang bernilai," pesannya.

Menurut pantuan Diskominfotik, setahun terakhir di NTB, dengan jumlah penduduk 5,6 juta jiwa, pengguna internet sebanyak 3 juta jiwa orang. Namun sayangnya hanya 15 porsen pengguna internet yang produktif. Sisanya hanya digunakan untuk hal yang konsumtif. Sedangkan dari sisi Kejatan siber atau dunia maya, kata Gede, setiap hari hampir 10-15 buah berita hoax, bully atau menyebarkan kebencian, Ini sangat tidak baik, karena disinformasi.

Plt. Kadis juga mengingatkan pelajar, pelanggaran hukum pada bidang transaksi elektronik secara hukum telah diatur Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atau Undang-undang nomor 11 tahun 2008 adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum.


Sehingga, menurutnya jangan memanfaatkan internet atau social media  di dunia maya untuk menyebarkan atau membuat informasi yang tidak benar, sehingga menimbulkan keresahan terhadap masyarakat, mengakibatkan konflik horizontal ditengah masyarakat, karena ulah atau oknum tertentu dengan sengaja memanfaatkan kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi untuk hal-hal yang negative.

Padahal masa depan kita, bukan ditentukan oleh nilai akademik yang tinggi atau kemampuan menguasai ilmu saja, tetapi bagaimana kita dapat memanfaatkan peluang yang ada, menciptakan kreatifitas, mengolah semua potensi yang ada dalam diri dan sekitar kita,  untuk kebaikan bersama. “Orang pinta belum tentu cerdas dan bijak, kadang-kadang ada orang pintar dimanfaatkan secara salah dengan memanfaatkan kepintarannya untuk berbuat yang tidak baik. “Teknologi digunaka untuk menyebar hoaks, nah ini salah,” tegas mantan kabag humas kabupaten Bima di era Bupati Zainul ini.

Dengan literasi digital ini, siswa dan guru serta kita semua memiliki pemahaman dan edukasi tentang literasi digital, sehingga dapat mereduksi dan meminimalkna semua informasi hoaks. Kegiatan ini sangat membantu pemerintah dan mengantar pelajar ini menuju cita-citanya.


Sekolah di NTB dapat memanfaatkan madding sekolah yang disiapkan untuk mengembangkan karakter siswa dan merancang masa depannya. NTB menyiapkan 1000 anak untuk kuliah melalui beasiswa diluar negeri, maka peluang ini segera dimanfaatkan oleh siswa-siswi ini kedepan, sudah ada 256 mahasiswa untuk belajar ke luar negeri, bagaimana generasi muda NTB kedepan memiliki wawasan yang sangat luas dalam membangun Indonesia maju dan SDM yang unggul. Kegiatan Literasi Media ini merupakan ruang bagi pelajar dan generasi muda untuk mengembangkan kreatifitas.

Pemrov. NTB menyampaikan apresiasi terhadap Maarif Institute, google dan pihak yang mendukung kegiatan ini. Diakhir sambutannya, Plt. Kadis Kominfotik NTB ini menyampaikan, Salam hormat dari Gubernur. karena tidak bisa hadir, olehkarena berbagai kegitan dan kebetulan bertepatan dengan 1 tahun Pemerintahan Gubernur NTB DR. Zulkieflimansyah dan Wagub DR. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.


Sementara itu, Mewakili  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) provinsi NTB, Drs. H. Abdur Rasidin, M.Pd kepala UPT PK PLK Dismen Pendidikan Layanan khusus Lombok Barat- Mataram, mengatakan kegiatan ini merupakan salahsatu cara bagaimana pelajar memanfaatkan kemajuan TIK untuk hal-hal yang positif. Sudah banyak kasus dan cerita yang terjadi dan sangat berdampak luas, dan sifatnya dekstruktif lagi.

Menurut ia, hanya gara-gara isu, berita yang tidak jelas, namun menjadi viral dan menarik kesimpulan sendiri. “Ini pekerjaan yang sangat berat bagi kita semua. Buka saja kami di lingkungan Pendidikan dan kebudayaan saja, tetapi seluruh elemen masyarakat, mengajak semua pihak

Dinas Pendidikan dan kebudayaan tentu melalui instrument-instrumen yang ada pada kegiatan-kegiatan yang rutin selalu menyampaikan penguatan-penguatan Pendidikan karakter, yang menjadi ujung tombak dari anak-anak kita. “Boleh kurikulum itu berganti nama, tetapi sesunggunya Pendidikan karakter itulah solusinya. Salahsatu bagian dari Pendidikan karakter itu adalah kegiatan litersi digital ini,” ucapnya.


Harapannya siswa-siswi yang hadir di acara ini,  menjadi pioner dan ujung tombak menebarkan nilai-nilai baik kepada sesama, karena ada 35 ribu pelajar NTB yang hadir disini hanya sebagian kecil saja. Tebarkan bagaimana menjadi warga negara yang bertanggungjawab terhadap keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara kita kedepan.

“Kami berharap kegiatan semacam ini, bukan saja dilakukan di Pulau Lombok, namun selenggarakan juga di Pulau Sumbawa dengan 2 kegiatan, di Bima dan Dompu serta Sumbawa dan KSB,” kata Rasidin.

Sedangkan, Abdul Rohim Ghazali selaku Direktur Eksekutif MAARIF Institute menyampaikan acara yang digelar di Pulau Seribu Masjid pada 19-20 September 2019 ini merupakan penyelenggaraan ke-9 dari 10 kota yang direncanakan.


Rohim berharap anak muda dapat terlibat secara aktif dalam upaya-upaya literasi digital. Membuat, mengunggah, dan menyebarluaskannya menjadi hal yang diperlukan. “Berbagai ide segar dan kreatif yang berasal dari anak muda perlu diwujudkan dalam bentuk konten-konten positif, diunggah ke media sosial, dan disebarluaskan secara massif.

Karena hal itulah yang diperlukan untuk konteks sekarang ini. Untuk itu, kami dari MAARIF Institute bersama yang lainnya menginisiasi Creatormuda Academy ini dan menyediakan platform online dalam madingsekolah.id,” tutupnya. (Edy-Diskominfotik NTB)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru