Pendidikan Berbasis Sampah Di Kab. Dompu

Masalah sampah memang menjadi tugas dan tanggung jawab dari semua pihak tidak terkecuali pihak Sekolah, Masyarakat dan Pemerintah. Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar didunia.

PEMPROV NTB telah menggalakan dan menjalankan program Zero Waste, Program ini bertujuan untuk mengurangi masalah sampah yang ada di Nusa Tenggara Barat. Bapak Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan dalam satu kesempatan bahwa Bank Sampah adalah salah satu solusi untuk mendorong program Zero Waste yang sedang digalakan.

"Menjadikan NTB sebagai Zero Waste tidak gampang, Namun dengan adanya Bank Sampah ini, Kami sangat terbantu dan yakin bahwa NTB sebagai Provinsi Zero Waste akan terwujud dengan cepat" Ungkap Gubernur NTB.

Dalam membantu program Pemprov NTB dan Pemerintah Daerah, SMK We SAVE CREATIVE INTERNATIONAL ISLAMIC SCHOOL menjadi sekolah pertama yang menerapkan PENDIDIKAN BERBASIS SAMPAH. Sekolah yang baru berdiri dan membuka pendaftaran bulan Juni-Juli 2019/2020, telah menerapkan program Pendidikan Berbasis Sampah untuk membantu mensukseskan PEMPROV NTB dalam program Zero Waste.

"Kami akan berusaha semampu mungkin untuk membantu menyelesaikan masalah sampah yang ada di NTB khususnya Kab. Dompu. Juga berkomitmen untuk menjalankan Program Berbasis Sampah yang selama ini kami jalankan di Tempat Kursus. Setiap siswa akan membawa 250 botol plastik setiap harinya, Kami akan berusaha memberikan pelajaran secara langsung kepada siswa untuk menjaga lingkungan" Ujar Kepala Sekolah.

Botol yang dikumpulkan oleh siswa-siswi tersebut akan digunakan untuk bahan Kreatifitas (Handmade) berupa Gerancang, Pohon dari Plastik, Tas, Meja dll. Bukan tidak mungkin jika kita menggunakan sampah dengan bijak akan bernilai emas. Botol yang tidak bisa digunakan sebagai Kreatifitas akan kami tabung di BANK SAMPAH INDUK We SAVE. 

"Hasil dari Kreatifitas (Handmade) dan Tabungan sampah akan kami gunakan sebagai operasional sekolah, Kesejahteraan guru dan Beasiswa untuk siswa Berprestasi dan Kurang mampu".

Harapan kami kedepannya semoga Program Pendidikan Berbasis Sampah yang kami galakan dan jalankan di SMK We SAVE CREATIVE INTERNATIONAL ISLAMIC SCHOOL ini bisa dipatenkan oleh Pemerintah Daerah maupun PEMPROV NTB sebagai bentuk upaya untuk mengurangi masalah sampah dan menjadikan NTB sebagai Provinsi Zero Waste.

SMK BISA !!!

PENDIDIKAN BERBASIS SAMPAH

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru