Motivasi Sebagai Amunisi Guru Pada Tahun Pelajaran Baru

Motivasi Sebagai Amunisi Guru pada Tahun Pelajaran Baru


Oleh: Kurniawan Guru MAN 1 Sumbawa

 

Pekerjaan yang dijalani harus selalu dilandasi dengan motivasi. Kata “motivasi” senantiasa berwujud abstrak, namun dapat dirasakan hasilnya ketika dipraktikkan.

Oleh karenanya, definisi (merujuk KBBI dan psikologi) motivasi menunjukkan bahwa adanya dorongan atau usaha yang dapat menyebabkan seseorang tergerak melakukan sesuatu tindakan untuk mencapai tujuan tertentu dan memperoleh kepuasan terhadap capaiannya. Motivasi menjadi daya lecut seseorang untuk mendapatkan hasil yang maksimal terhadap upaya pada pekerjaannya. Guru (pengajar dan pendidik) merupakan pekerjaan mulia yang harus dilandasi dengan motivasi.

Dengan adanya itu, seorang guru memiliki target sehingga diakhir pekerjaan dapat diketahui hasil yang diniatkan. Betapa motivasi menjadi tolok ukur tindakan dan capaian. Oleh sebab itu, proses yang dijalani seorang guru dalam mengabdikan diri pada lingkungan pendidikan tergambar dalam perbuatan dan hasil akhir dari pilihan tersebut. Motivasi tidak muncul secara dadakan, tetapi ada interaksi yang kompleks serta waktu yang tepat.

Perlu ada momentum untuk menghadirkan motivasi yang brilian agar menghasilkan dampak yang positif untuk diri dan orang lain. Cara yang dapat dilakukan, seorang guru dapat memanfaatkan libur sekolah untuk menjaga motivasi setelah mengalami fase kelelahan psikis selama 1 (satu) semester.

Libur dapat dijadikan obat pemulihan sehingga seorang guru dapat beraktivitas maksimal pada semester berikutnya. Oleh karena demikian, perlu manajemen libur sekolah yang tepat (seperti gagasan pada tulisan sebelumnya) agar guru menyiapkan motivasi pada dirinya menjadi lebih baik lagi atau minimal sama dengan target pada semester yang berlalu.

Apalagi dalam waktu dekat, seorang guru akan menghadapi tahun pelajaran yang baru. Berbagai tanggung jawab yang akan dihadapi guru, salah satu pekerjaan yang berat berhadapan dengan siswa yang beralih jenjang pendidikan dibandingkan siswa yang naik kelas. Seorang guru akan berhadapan dengan orang baru (siswa) untuk menyesuikan pola interaksi dan pola pikir berdasarkan karakter masing-masing. Cara mengatasi masalah tersebut dengan kesiapan guru itu sendiri.

Pekan terakhir libur sekolah haruslah dijadikan ruang refleksi dan afirmasi terhadap pilihan menjadi seorang guru. Berbagai permasalahan yang akan dihadapi tahun pelajaran baru tidak mengurasi tanggung jawab menjadi seorang pengajar dan pendidik. Sebaliknya, seorang guru dapat menjaga ritme dan senantiasa meningkatkan kinerja dari tahun pelajaran lama ke tahun pelajaran yang baru.

Gambaran itu mengingatkan kita sebagai seorang guru agar mencermati motivasi terhadap bidang pekerjaan yang digeluti. Motivasi seorang guru berbeda dengan jenis pekerjaan yang lain karena berurusan langsung pada pola pikir dan tingkah laku. Dua hal tersebut begitu kompleks sehingga harus disiasati, termasuk kesiapan dari seorang guru itu sendiri. Dengan demikian, seorang guru harus memiliki motivasi yang kuat. Ada salah satu artikel yang menggambarkan motivasi seorang guru dapat membantu kita untuk intropeksi diri.

Adapun motivasi guru yang dimaksud, meliputi: 1) cinta anak-anak (siswa), 2) keinginan untuk memberi pengetahuan, 3) minat dan bahagia menjadi guru, dan 4) keinginan untuk memberi pelayanan bagi masyarakat. Mungkin kita tidak sulit untuk menghadirkan keempat jenis motivasi tersebut dalam diri.

Setidaknya salah satu, ternyata menjadi bagian motivasi kita dalam mempersiapkan diri menjelang tahun pelajaran baru. Motivasi tersebut dirasa realistis sehingga patut menjadi dasar motivasi menjadi seorang guru. Betapa mahalnya konsekuensi dari motivasi yang tergambar pada perbuatan dan hasil kerja pada diri seorang guru.

Jangan sampai hasil yang didapatkan negatif ketika seorang guru tidak menyiapkan motivasinya secara matang. Apalagi seorang guru memiliki jangka waktu yang cukup panjang berinteraksi dengan peserta didik. Guru akan bergumul dengan tekanan psikis dalam menghadapi siswa yang beragam. Bukan hanya peserta didik baru, melainkan peserta didik yang sudah ada karena proses peralihan. Oleh karena demikian, seorang guru perlu memantapkan motivasi pada pekan terakhir libur sekolah.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru