Hasan Saipul Rizal Penggerak Literasi Asal Jerowaru

KM. Pohgading Timur – Melihat kondisi masyarakat jerowaru yang sepertinya kurang pediuli arti penting pendidikan di luar sekolah dan hanya terbatas pada konsep pendidikan pada sekolah formal saja, tanpa mempedulikan pentingnya pembinaan anak-anak di luar sekolah menumbuhkan perhatian utuk memanfaatkan waktu bermain mereka dengan kegiatan belajar. Keberadaan anak-anak usia sekolah setelah selesainya kegitan belajar di sekolah formal sama sekali tidak dimanfatakan. 

Menurut pengamatan hasan saipul rizal keberadaan mereka seolah-olah diterlantarkan oleh orang tua mereka sejak pagi hingga sore hari, menyebabkan anak-anak di desa harus bermain sendiri tanpa pengawasan dan bimbingan oripulng tua mereka. Hal ini dapat dimaklumi karena  mayoriotas orang tua meraka menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Negara Malaysia dan buruh tani yang hanya menggantungkan hidup keluarga mereka.

Memperhatikan perkembangan anak-anak usia pendidikan di desa  telah menggugah hati  dan menumbuhkan inisiatif untuk memanfaatkan waktu bermain mereka untuk kegiatan belajar sambil bermain. 

Mengubah pola pikir masyarakat pada arti penting pendidikan anak-anak merupakan permasalahan awal yang berat untuk saya lakukan. Disamping itu, rasa pesimis dan tidak yakin masyarakat terhadap ajakan yang dilakukan oleh hasan saipul rizal juga menjadi permasalahan pada tidak adanya dukungan masyarakat pada awal kegiatannya.

Akan tetapi, dengan penuh keyakinan, hasan saipul rizal terus berusaha mewujudkan keinginannya dengan mengumpulkan biaya hasil penjualan tembakau di jokyakata dan Jakarta yang dia lakukan untuk membeli buku kebutuhan anak-anak yang ada dikampung halamnya khususnya dan anak-anak yang ada di pulau Lombok umumnya. 

Dari tahun 2015 awal berdonasi buku-buku di semua kalangan penggiat literasi yang ada di pulau Lombok sampai saat ini hasan saipul rizal sudah mberdonasi 8000 eksamplar buku umum dan buku pembalajaran yang sesuai kebutuhan daerah masing-masing baik yang ada di jerowaru dan daerah-daerah nusa tenggara barat umunya.

Bukan hanya berdoasi buku yang dilakuakan akan tetapi sekarang semenjak pulang dari Jogjakarta hasan saipul rizal sudah mendirikan perpustakaan yadi kampung halamanya dengan banyak buku sekitar 500 eksamplar buku umum maupun buku pendidikan formal serta pendidikan anak usia dini yang banyak peserta didiknya sekitar 40 orang anak pada saat ini.

Perpustakaan yang di buat sudah ramai dikunjungi oleh anak-anak, remaja kampung dan para orangtua yang mau belajar membaca karena perpustakaan yang dididrikan ini memeiliki buku sesuai kebutuhan masyarakatn disana. Selain tempat membaca perpustakaan yang didirikan tempat pembelajaran juga bagi anak-anak, remaja dan orantua baik dengan cara membaca dan menoton film-film yang berkaitan dengan kampung halamanya.

Bukan hanya mendirikan perpustakaan dan paud akan tetapi hasan saipul rizal memperhatikan para janda yang di tinggalkan oleh suaminya mencari rizki ke Negara Malaysia dengan mendirikan komunitas jandara. Komunitas ini di ajarkan packing tembakau yang akan di pasarkan di Jogjakarta dan Jakarta serta hasilnya bisa membantu kebutuhan para janda yang bearada di komunitas jandara yang didirikan. 

Harap hasan saipul rizal kedepan bisa berbuat yang lebih untuk masyarakat yang ada di kampung halamnya khusunya di jerowaru dan bisa berdonasi buku yang baru kepada semua penggerak literasi yang ada di nusa tenggara barat tutupnya. [By: Badri_asa] 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru