Tingkatkan Minat Baca Melalui Perpustakaan


Minat baca di Indonesia berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu berada pada peringkat 60 dari 61 negara. 

Namun dengan perkembangan teknologi masyarakat dapat dimudahkan dengan membaca melalui gadget. Sekretaris Daerah Provinsi NTB Rosiady Sayuthi juga mengungkapkan bahwa kemudahan membaca bisa melalui smartphone yang setiap hari dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. 

"Kita bisa membaca buku melalui handphone kita, tinggal online bisa langsung membaca, termasuk 50 lebih tulisan saya di blogspot sudah bisa diakses untuk dibaca , saya selalu mengupload tulisan yang saya buat di blog, dan beberapa buku saya juga sudah sy upload" ungkap Sekda NTB dalam acara Internalisasi Pemikiran Bung Karno Tentang Revolusi Karakter Bangsa, Rabu (24/04).

Adanya gadget yang memudahkan masyarakat untuk membaca, tentu hal ini menjadi salah satu tantangan bagi perpustakaan untuk membuat sebuah strategi agar masyarakat terus berkunjung ke perpustakaan. 

"Jelas berbeda rasa dan tujuan ketika membaca di smartphone dan berkunjung ke perpustakaan untuk mencari referensi yang kita butuhkan, ini yang saya yakin menjadi tantangan membuat sebuah aturan, kegiatan agar mahasiswa, pelajar maipun umum merasa wajib untuk ke perpustakaan" jelasnya. 

Sekda juga menceritakan sejak zaman mahasiswa perpustakan membuat persyaratan bagi mahasiswa untuk membuat surat bebas pinjam. "Kalau orang yang tidak pernah ke perpustakaan tidak mungkin bisa menunjukkan bukti seperti itu, nah hal inilah salah satu cara agar generasi muda dapat terus ke perpustakaan, mengapa hal ini perlu karena menurut saya berbagai pikiran ada di perpustakaan berbagai ilmu ada disana" jelasnya. (ely - Tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru