MSI dan Sistem Belajar yang Menyenangkan

Tidak hanya terfokus pada bidang akademik, Madrasah Alam Sayang Ibu (MSI) yang terletak di Desa Lingsar Kecamatan Narmada ini juga tak kalah gigihnya mengembangkan potensi non-akademik siswanya. Dikemas menjadi penuh tantangan, sistem pembelajaran di pondok pesantren berbasis sekolah alam ini menjadi begitu menyenangkan bagi santri-santrinya. 

Menurut Dr. Immy Suci Rohyani, Direktur Lembaga MSI, yang menjadi visi utama  sekolah ini adalah bagaimana membuat para santri dapat menemukan passion mereka dan dikembangkan sedini mungkin. Oleh karena itu, sekolah ini menggunakan metode belajar Project Based Learning (PBL) atau metode belajar berbasis projek.

"Jadi setiap minggunya, anak-anak memiliki projek siswa dengan berbagai tema. Seperti projek sains, sosial, entrepreneur, dan pengembangan leadership siswa. Yang mana setiap akhir semester siswa melakukan Expo, seperti saat ini siswa-siswa tampil dengan tema Extrakurikuler Expo," jelas Dr. Immy kepada Tim Media saat menemani santri-santrinya tampil di Inspiratif Expo, (31/3).

Ada beragam Extrakurikuler yang ditampilkan MSI saat di Inspiratif Expo, seperti music, karate, tari, enterpreneur, dan masih banyak lagi dipadukan dengan hasil projek siswa. 


Lebih jauh Dr. Immy menjelaskan, agar lebih menantang setiap tahunnya para santri memiliki program student trip yang harus dibiayayi dari hasil projek mingguan mereka. Sehingga, santri-santri MSI selain diarahkan untuk mengembangkan passionnya juga dianjurkan untuk berbisnis dari hasil karyanya sejak dini. 

"Setiap akhir tahun mereka punya program student trip. Misalnya yang SMA ke Singapur yang SMP kr Banyuwangi. Mereka membuat RAB sendiri, menentukan berapa biaya yang dibutuhkan dan mengumpulkan uang setiap hari dari hasil projek mereka. Contohnya yang SMA membuka Korean Cafe, misalnya. Dan mereka selalu berhasil," jelas Dr. Immy.

Dalam projek siswa, santri-santri dibebaskan memilih peran mereka masing-masing dalam kelompok sesuai dengan passion mereka. Seperti yang diungkapkan A'yuna Ghiyas Shafuh (12), santriwan kelas 1 Mts di Madrasah Alam Sayang Ibu mengambil tugas Photography dalam setiap projek kelompoknya. Afhu panggilan akrabnya, selalu setia mengabadikan setiap moment teman-temannya menggunakan kamera DCLR kesayangannya.

"Saya suka sekali photography. Dan diminta untuk mengembangkan kemampuan di bidang ini. Jadi seringkali menjadi bagian dokumentasi dalam setiap acara. Senang bisa belajar hal yang kita sukai," tutur Afhu.


Tak hanya Afhu, pernyataan belajar dengan cara yang menyenangkan di MSI juga disampaikan Algea Amaluka Sholeha (14) dan Nella khovifatus Sa'adah (14). Keduanya merupakan teman sekelas yang hobby di bidang kuliner. Sehingga mereka memilih untuk mengembangkan kemampuan memasak mereka dan mengasah insting bisnis kuliner mereka sejak dini. 

"Kita masak aneka makanan, seperti banyak jus, trus burger, sandwich, dan macam-macam. Kemudian kami jual setiap harinya kepada teman-teman. Uangnya dikumpulkan untuk student trip di akhir tahun," tutur Algea.

Kedepannya, Dr. Immy menuturkan dengan menggabungkan kurikulum sekolah, madrasah, dan kepesantrenan, MSI berusaha mengaktualkan segenap potensi peserta didik menjadi hamba Allah yang saleh dan bermanfaat (rahmatan lil alamin) di kemudian hari. (novita-tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru