Meski Sakit Lever, Gemuh Tetap Ikut UNBK


Giri Menang, KM. Kendati sedang menderita sakit yang cukup serius, Desak Kayan Gemuh (15 tahun) tetap semangat ingin masuk sekolah. Bahkan siswi kelas IX SMPN 2 Kuripan ini berharap, bisa ikut mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Senin 22 April 2019 mendatang.

Wajahnya pucat paci tak berdaya. Selama menderita sakit, Desak Gemuh datang ke sekolah, setiap hari diantar ayah, Dewa Ketut Sudiana. Berat badannya terus menurun. Semula, Desak Gemuh berobat ke Rumah Sakit Biomedika. Namun akibat komplikasi penyakit maag dan tifus sampai sakit liver, membuat berat badannya turun drastis dan wajah bengkak.

Karena peduli dan sayang kepada anaknya, Dewa Ketut Sudiana mengaku, tidak bisa membayar pengobatan anak kesayangannya. Setiap kontrol kesehatan, dia harus rela merogoh uang sebesar Rp. 600-an ribu.

"Kami sekeluarga tidak memiliki Kartu KIS atau BPJS. Saya bingung cara mengurus Kartu KIS dan BPJS," katanya kepada KM Kamis (29/3).

Sebagai orang tua, dia berharap, bisa mengurus proses pengobatan anaknya, sehingga anaknya bisa mengikuti UNBK seperti teman temannya yang lain. Meski Ketut Sudiane merasa khawatir, tapi melihat semangat Kadek Gemuh yang ingin tetap masuk sekolah, Ketut Sudiane setiap hari harus mengantar anaknya sekolah menggunakan motor. Tempat tinggal pun cukup jauh di Dusun Lamper, Desa Jagarage Kecamatan Kuripan.

Desak Wayan Gemuh menceritakan, awalnya penyakit yang diderita tidak terasa, tetapi beberapa bulan terakhir, berawal dari sakit pinggang yang terasa nyeri.

"Saya sulit tidur, tapi mudah-mudahan saya bisa mengikuti UNBK," katanya penuh semangat. Meski dalam keadaan sakit liver hingga tubuhnya layu, Gemuh tetap ingin bersekolah. Bersemangat ingin bertemu teman temannya. Di sisi lain, semangat orangtuanya pun turut memotivasi Gemuh, sehingga semangatnya tetap tegar sembari menahan rasa sakit yang terus berkecamuk.

“Meski kondisi lemah, tapi saya tetap semangat karena ada orangtua dan teman-teman serta guru-guru yang selalu mensupport saya,” pungkas Gemuh.

Kesiswaan SMPN 2 Kuripan H. MOH Wajdi bersama OSIS, sudah menggalang dana untuk pengobatan Gemuh. Uang yang sudah terkumpul dari siswa dan guru sebanyak lebih dari Rp.1 juta. Dengan dana yang sedikit ini, diharapkan Gemuh bisa sehat, sehingga bisa mengikuti Ujian nanti.

“Semua berharap, mudah mudahan Gemuh bisa sehat dan bisa mengikuti UNBK 22 April 2019 mendatang,” harap Wajdi turut memotivasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru