Program Inovasi Pendidikan Dasar, Australia Feat NTB

Dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan beberapa lembaga atau organisasi yang bergerak di bidang pendidikan. Salah satunya adalah sebuah program kemitraan antara Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia yaitu Program INOVASI di bidang pendidikan dasar, dan pada tahun ini kembali meggelar Forum Temu Inovasi dengan dengan tema “ Program Inovasi Pengembangan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar” bertempat di Ruang Rapat Sekda Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Forum Temu Inovasi berlangsung pada tanggal 26 Maret 2019.Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar tersebut menghadirkan Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Kepala LPMP Provinsi NTB,  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Dekan FKIP UNRAM, Dekan FTK UIN Mataram, Dekan FKIP Universitas Muhammaddiyah Mataram, Dekan FKIP Univ. NW Mataram, Dekan FIP IKIP Mataram, dan Dekan FKIP Universitas NU NTB.


Selain itu, Forum Temu Program INOVASI NTB langsung dihadiri oleh  Perwakilan PT. Paliadium International, Education Parthnership Manager INOVASI, Provincial Manager Manager INOVASI NTB, Education Coordinator INOVASI NTB, Education Policy Specialist INOVASI NTB, Communication Officer INOVASI NTB dan Education Advisor INOVASI NTB.

Dalam Forum Temu Program INOVASI tersebut, berlangsung diskusi antara TIM Perwakilan PT. Paliadium International dengan peserta Forum dari berbagai instansi atau lembaga. Diskusi tersebut menampilkan dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dengan Bahasa Indonesia dengan melibatkan seorang penerjemah.


Ketua TIM Perwakilan PT. Paliadium International dari Australia menyampaikan bahwa tujuan kedatangan mereka dalam Forum Temu INOVASI Program NTB adalah untuk melihat perkembangan kemitraan  Pemerintah Indonesia dengan Australia yang telah dilaksanakan pada Juni 2016, khususnya program INOVASI pendidikan Dasar di NTB.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, H.M. Suruji menyampaikan kepada TIM Perwakilan PT. Paliadium International, “Sebagai kepala dinas yang telah terlibat langsung dengan INOVASI, saya akan mengajak TIM Perwakilan PT. Paliadium International untuk berkunjung ke sekolah-sekolah dasar yang terlibat dalam program rintisan INOVASI, termasuk sekolah dasar yang ada di Lombok Utara, Lombok Tengah, Bima, Sumbawa Barat, Sumbawa dan Dompu  ” ujarnya yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang penerjemah.

“Setelah dua tahun setengah berjalannya program INOVASI di Provinsi NTB, saya sangat mengapresiasi bahwa melalui pendampingan guru di sekolah-sekolah dasar dengan melalui kelompok guru di enam kabupaten yang ada di NTB, termasuk Dompu, Bima, dan Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara dimana guru-guru sekolah dasar telah mengalami perekembangan dan memiliki semangat yang tinggi dalam melangsungkan proses pembelajaran di kelas, yang dalam hal ini berpengaruh terhadap hasil capaian belajar siswa,” ujar Suruji yang juga mengharapkan agar program INOVASI peningkatan mutu pendidikan bukan hanya di sekolah-sekolah dasar yang dinaungi oleh Dinas Pendidikan dan Kebdayaan Provinsi, akan tetapi juga memasuki sekolah-sekolah dasar yang ada di Kementerian Agama Provinsi NTB.

Selain itu, Suruji juga menyampaika, “Dalam dua tahun setengah atau sejak dimulainya program INOVASI peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar di NTB, dimana para pihak yang terlibat telah menunjukkan antusiasme yang tinggi. Semoga dapat terus berjalan dan berdampak positif bagi pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan NTB yang dimulai dari jenjang sekolah dasar,” ujarnya.

Setelah itu, Suruji menjelaskan di depan Temu Forum Inovasi bahwa melalui program INOVASI, Pemerintah Indonesia dan Australia menjalin kemitraan dalam rangka memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran literasi numerasi siswa sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, INOVASI bekerja dan memetik pelajaran secara langsung dengan mitra-mitranya di daerah dalam mengeksplorasi dan memahami konteks di daerah tersebut. Seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan program-program rintisan INOVASI senantiasa dimonitor dan dievaluasi.

Dalam Forum Temu Inovasi yang berlangsung hangat di ruang rapat SEKDA Provinsi NTB, dilanjutkan dengan diskusi antara peserta pengguna bahasa Indonesia dan pengguna bahasa Innggris dari Australia. Termasuk keterlibatan para Dekan Fakultas pendidikan dari berbagai perguruan tinggi se-Kota Mataram  yang masing-masing bragumen tentang peran fakultas pendidikan terhadap inovasi pembelajaran di sekolah dasar.

"Ada banyak guru SD yang belum bisa menerapkan strategi belajar yang tepat. Persoalannya, kita melihat kenyataan bahwa banyak mahasiswa yang tidak mengikuti proses pemebelajaran dengan baik, namun tetap mereka menjadi seorang sarjana pendidikan, yang akhirnya menjadi seorang guru. Olehnya itu, pihak perguruan tinggi harus lebih tegas dan inovatif dalam menyikapi kasus-kasus mahasiswa yang acuh-tak acuh dalam mengikuti proses pembelajaran. Sebab ketika mereka sudah menjadi seorang sarjana pendidikan dan langsung ditempatkan di sekolah tentu merupakan suatu masalah terhadap proses pembelajaran di kelas," ujar Dekan fakultas Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama NTB.

Demikian juga dengan Dekan fakultas Pendidikan Universitas NW menyampaikan bahwa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa diajarkan berinovatif di desa, termasuk mengembangkan pola mengajar yang inovatif di sekolah-sekolah dasar. Sementara perwakilan dari Fakultas Pendidikan Universitas Muhammadiyah mengatakan bahwa keberhasilan suatu pembelajaran di sekolah bukan hanya dilihat dari kompetensi guru dalam menjalankan proses pembelajaran di kelas. Motivasi orang tua terhadap pendidikan anak juga sangat perlu diperhatikan agar anak-anak mereka tetap aktif sekolah. Olehnya itu, Pogram INOVASI yang terkait dengan peningkatan mutu pendidikan dasar juga perlu memperhatikan pentingnya pendidikan untuk dipahami oleh orang tua, agar kelak orang tua benar-benar akan memperhatikan pendidikan anak-anak mereka.

Mengenai pentingnya pendidikan untuk dipahami oleh orang tua siswa, Dekan Fakultas Pendidikan UNU NTB kembali berargumen bahwa dari berbagai penelitian pendidikan yang telah dilakukan di NTB, ia menjelaskan bahwa ada banyak orang tua (nelayan) yang mana sering mengikutkan anaknya melaut atau mencari ikan di laut. Tat kala anak mereka sudah tahu cara mencari uang, orang tuanya pun tidak mendukung anaknya untuk aktif belajar di sekolah. Intinya bahwa Program INOVASI di bidang pendidikan dasar yang digaakkan oleh PT. Paliadium International dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB agar juga memiliki inovasi khusus untuk pendidikan keluarga atau pendidikan untuk orang tua yang terkait dengan pemberian motivasi belajar pada anak-anak mereka atau siswa.

Acara Forum Temu INOVASI ditutup dengan pemberian cendera mata dari pihak pemerintah Provinsi NTB ke TIM Perwakilan PT. Paliadium International , dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Drs. H. Muh. Suruji.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru