Anak Panti Raih Juara. Keterbelakangan Ekonomi Jadi Motivasi

Sumbawa Barat. Diskominfo-Dalam sebuah keyakinan ada harapan yang harus di nikmati, tentunya begitu penting makna dari sebuah proses dalam mencapai hasil yang optimal. Proses mencapai hasil yang maksimal tersebut dirasakan oleh Santri-santri di Panti Asuhan Baitussakinah Sumbawa Barat.

Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar dan pokok dalam kehidupan manusia. Karena dengan pendidikan itulah manusia yang lahir tanpa mengetahui apapun menjadi tahu segala hal. Mereka diberikan pendidikan yang amat penting dari segi spiritual dan sosial di Panti Asuhan Baitussakinah.

Panti Asuhan Baitussakinah memiliki santri berjumlah delapan orang yang semuanya dikategorikan berasal dari keluarga tidak mampu dalam segi biaya ekonomi, diantara mereka ada juga yang tidak memiliki orang tua dan ada pula dari latar belakang keluarga “broken home”. Hal tersebut tidak lantas membuat mereka terbelakang dan tidak mampu meraih cita.

Di Panti Asuhan Baitussakinah mereka belajar bagaimana menjalankan sholat berjama’ah ke Masjid Agung Darussalam KTC setiap waktu dan disiplin dalam menjalankan Puasa Sunnah Senin-Kamis.

“Ada hal yang menarik pula ketika masing-masing dari mereka diskusi dan menceritakan berita baik dan buruk yang dijalani dalam satu pekan terakhir.” Jelas Ibu pengasuh, Efi Susanti saat ditemui media, Selasa (26/3/2019).

Diantara delapan santri tersebut, ada tiga Santri yang diusulkan untuk mengikuti kegiatan lomba yakni lomba Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Kaligrafi. Lomba-lomba ini merupakan kategori yang dilombakan pada even Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Taliwang ke-15 Tahun 2019 di Lapangan Volly Lingkungan Motong Kelurahan Kuang Kecamatan Taliwang Sumbawa Barat, Senin (25/3/2019).

Mereka belajar giat, berlatih untuk memberikan yang terbaik. Setelah beberapa hari persiapan, tiba waktunya untuk mengikuti kegiatan lomba tersebut.
“Saya yakin dapat juara.” Kata Riki Pratama (Santri yang mengikuti lomba Fahmil Qur’an).

“Hasil tak akan menghianati usaha” begitu kata pepatah, dari konsisten para Santri belajar dan beribadah dan hasilnya sesuai harapan, Riki pulang dengan bangga menyampaikan ke ibu pengasuh bahwa Ia berhasil meraih juara I Fahmil Qur’an Tingkat Kecamatan dan akan di lanjutkan ke tingkat Kabupaten.

Perasaan gembira terlihat di wajah Riki sembari melemparkan senyum dan menyapa bapak pengasuhnya, tak lupa pula Ia menyalaminya sebagai bentuk rasa bakti dan syukurnya.

Tetapi dua orang santri saat itu belum mendapat kabar hasil dari perlombaan yang diikuti, karena memang dibutuhkan waktu untuk pengumuman juara.
Alhamdulillah setelah menunggu, sehari kemudian kembali hasilnya memuaskan, Minarim yang biasa dipanggil “Man” mendapatkan kabar baik, Ia meraih juara II dalam lomba Kaligrafi Tingkat Kecamatan, sementara Juara I diraih oleh perwakilan santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang, dan Juara III adalah Guru dari MTSN Temempang.

Perasaan gembira dari dua Santri tersebut tidak dirasakan oleh seorang Santri lainnya yang mengikuti lomba Syarhil Qur’an, tetapi keberanian dan percaya diri para Santri membuat pengasuhnya merasa bangga. “Alhamdulillah, berani tampil di depan orang banyak itu sudah membuat kami merasa bangga.” Tutur Murbahri, pengasuh lainnya.

Sembari memberikan semangat, Murbahri berpesan agar para Santri terus belajar, ambil pelajaran dan hikmah dari sebuah tragedi dan situasi karena terpancar dari wajah para Santri bahwa mereka bisa meraih mimpi yang begitu besar mereka impikan. (feryal/tifa/murbahri).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru