UPSI Malaysia Sambut Baik Mahasiswa NTB

Ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) terus diupayakan oleh Gubernur Zulkieflimansyah, dengan mengirimkan mahasiswa untuk melanjutkan Pendidikan ke berbagai negara.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTB menjalin kerjasama dengan Chancellor UPSI Prof. Dr. M. Dato’ Shatar bin Sabran, di Kampus Fakultas Seni dan Musik UPSI Malaysia.


“Malaysia dan Indonesia, punya banyak persamaan. Antara lain memiliki kemajemukan di dalam masyarakatnya. Dengan kemajemukan itu, Malaysia mampu berkembang dan maju. Termasuk dalam kemajuan sistem dan kualitas pendidikan tingginya,” jelas Gubernur Zul.

Untuk bisa mendobrak sekat perbedaan dan kemajemukan, adalah perubahan paradigma berpikir. Mengubah paradigma, dapat dilakukan dengan pendidikan.

Menempuh pendidikan luar negeri dapat memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity).

“Kerja sama dengan UPSI ini bukan baru kali ini. Sejak 2017 sudah ada program semacam pertukaran pelajar atau program magang para mahasiswa UPSI untuk belajar seni musik, tari dan kebudayaan ke Lombok,” kata Zulkieflimansyah didepan Chancellor of UPSI, Prof. Dr. Dato’ M. Shatar bin Sabran.

Kerja sama bidang pendidikan yang tercakup dalam Program Beasiswa 1000 Mahasiswa S2 NTB ke Luar Negeri tersebut, diperkuat oleh penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) antara Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Kepala Biro Kerjasama Setda NTB, Ahmad Nur Aulia, dengan Chancellor UPSI Prof. Dr. M. Dato’ Shatar bin Sabran pada Senin, (25/02/2019) di Kampus Fakultas Seni dan Musik UPSI.

15 sarjana S1 asal Dompu dan Bima Nusa Tenggara Barat siap berangkat untuk melanjutkan pendidikan jenjang S2 ke Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mulai Agustus 2019. Para awardee yang lolos seleksi pada awal tahun 2019 itu akan menempuh pendidikan Master of Education dan Master of Arts di kampus berumur 96 tahun yang terletak di wilayah negara bagian Perak Malaysia itu.

Menurut Chancellor of UPSI, Prof. Dr. Dato’ M. Shatar bin Sabran, Potensi besar kerja sama bidang pendidikan itu berasal dari besarnya jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekira 300 juta orang.

“Sekira 6 ribu mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan progam Master dan Doktor di Malaysia dari 300 juta penduduk Indonesia, UPSI membuka pintu lebih lebar bagi para mahasiswa Indonesia untuk belajar kesini,” terang Dato’ Shatar.


Indonesia dan Malaysia memiliki persamaan dari sisi agama, akar budaya dan etnis, sehingga mejadi salah satu faktor pendorong mudahnya interaksi antar mahasiswa dan proses pembelajaran serta pertukaran pengetahuan juga pengalaman.

Pada tahun 2019, UPSI menempati peringkat 10 kampus terbaik, dari 118 kampus negeri dan swasta di Malaysia. UPSI sendiri memiliki program kuliah tingkat Sarjana, Magister dan Doktoral di bidang Seni dan Humaniora, Ilmu Sosial, Ekonomi dan Bisnis, Bahasa dan Kebudayaan, Teknik Informasi dan Komunikasi serta Sains dan Teknologi.

Dekan Fakultas Musik dan Seni Persembahan UPSI, Prof. Madya Zaharul Lailiddin bin Saidon, mengatakan biaya kuliah per semester untuk program Magister di UPSI setara dengan Rp 7,5 juta per semester atau sekitar Rp 30 juta untuk menyelesaikan kuliah lebih kurang selama 2 tahun.

Hingga saat ini, Program Beasiswa 1000 Mahasiswa ke Luar Negeri NTB telah memberangkatkan 46 mahasiswa-mahasiswi ke 3 universitas ternama di Polandia (Collegium Civitas, Vistula University dan University of Warsawa), yang terbagi dalam 2 angkatan. Yaitu 19 mahasiswa angkatan pertama berangkat pada Oktober 2018, dan 27 mahasiswa angkatan pertama yang berangkat 10 Februari 2019. Pada Oktober 2019, kembali akan dikirim para mahasiswa penerima beasiswa ke Warsawa School of Life Sciences dan sejumlah kampus lain di Polandia.

Selanjutnya, Pemprov NTB juga akan mengirimkan 39 lulusan diploma 3 pendidikan keperawatan atau tenaga medis dari 9 Kabupaten/ Kota di NTB untuk melanjutkan studi Strata S-1 ke Chodang University Korea Selatan. Begitu pula beasiswa untuk jenjang S1-S3 ke China, yang sedang dilakukan proses seleksi sejak awal Februari 2019. Sumber Humas NTB. (Edy)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru