Launching RJP di Kota Malang


Keberadaan masyarakat Bima dan Dompu yang ada di Malang Jawa Timur menjadi perhatian penting bagi perkembangan daerah Bima & Dompu. Lebih khususnya keberadaan mahasiswa dan masyarakat yang sudah lama menetap di Malang. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan RJP atau sebutan masyarakat mbojo “Naka” RJP dalam sambutannya saat launching RJP, Minggu, 24 Februari 2018 di Aula Kantor Kecamatan Klojen Kota Malang.


Kanan: Naka RJP , Muhammad Faji saat melepas merpati putih sebagai simbol launching RJP.


Selain itu, Masyarakat Bima dan Dompu yang ada di Malang berasal dari berbagai latar belakang profesi. Ada yang berprofesi sebagai advokat, konsultan hukum, Dosen, pengamat politik, direktur beberapa perusahan besar di Malang dan beberapa profesi lainnya. Oleh sebab itu, perlu dibentuk sebuah wadah yang disebut Ruang Joempa Pemikiran. 


Naka RJP menginginkan bahwa perlunya mengakomodir pikiran-pikiran kritis dari masyarakat Bima dan Dompu yang ada di Malang. RJP diharapkan hadir selain sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, juga menjadi mitra kritis dalam setiap kebijakan kepala daerah khususnya di Bima dan Dompu.
Naka mengajak seluruh peserta yg hadir dan seluruh masyarakat untuk mulai terlibat aktif dalam proses pembangunan dan menjadi bagian dari setiap perubahan.

Dalam sambutanya Naka RJP menekankan perlunya pikiran yang kritis dalam setiap fenomena yg ada, dan perlunya ditelaah secara ilmiah sehingga melahirkan buah pikiran yang jernih dan dapat dipertangungjawabkan.
Selain itu juga keberadaan mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari Bima dan Dompu pun semakin banyak. Oleh sebab itu, kehadiran RJP ini akan memfasilitas Mahasiswa Bima dan Dompu yang ada di Malang sebagai wadah untuk berbagi pemikiran baik ide, konsep, inspirasi dan lain sebagainya sehingga hasil pemikiran yang dituangkan dalam RJP ini bermanfaat untuk kemajuan daerah Bima dan Dompu.


Mengingat pentingannya RJP untuk masyarakat Bima dan Dompu yang ada di Malang, maka RJP yang dinahkodai oleh Muhammad Faji selaku Naka RJP dan merupakan putra asli Sape kabupaten Bima sekiranya perlu diadakan.  Launching sebagai awal peresmian RJP agar menjadi lembaga yang diakui oleh masyarakat dan publik. Launching dilakukan pelepasan sepasang burung merparti berwarna putih, sebagai simbol kebebasan berpikir yang murni, suci dan rasional.


Launching RJP akan diselenggarakan pada hari Ahad, 24  Februari 2019 bertempat di Aula Kecamatan Klojen Kota Malang dan hadiri oleh masyarakat Bima dan Dompu yang berasal  dari berbagai profesi dan sudah lama menetap di Malang. 


Selain itu juga, launching RJP  turut mengundang mahasiswa Bima dan Dompu yang sedang menempuh pendidikan di Malang yang mewakili organisasi daerah/paguyuban masing-masing. Harapannya, dengan kehadiran mahasiswa ini memberikan pandangan dan ide untuk memajukan daerah.


Acara launching RJP ini juga, sekaligus dirangkaikan dengan acara diskusi umum dengan tema: Pemilu 2019 : Pentas Millenial menuju peradaban gemilang. Tema ini perlu diangkat mengingat mendekati pilpres dan temanya pemilu dengan tujuan memberikan  pendidikan politik bagi kaum millenial untuk menciptakan kondisi politik yang baik dan bermartabat dan menciptakan politik yang rasional.


Diskusi umum ini di isi oleh beberapa pembicaraan yang berasal dari Bima dan Dompu dengan berbagai latar belakang keilimuan masing-masing.  Taufik Firmanto, SH., LL.M. Beliau adalah penggiat pemilu  dan advokat. Salahuddin, S. IP., M.Si., M. PA merupakan KAPRODI Ilmu Pemerintahan UMM. Beliau adalah dosen tetap prodi Ilmu pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang.  Iskandar Dinata,M. AP merupakan pengamat kebijakan publik dan pegiat literasi. Pembicara selanjutnyam yakni Abbassyakhrin, M. Pd yang merupakan praktisi pendidikan.


Foto: Saat Narasumber "Iskandar Dinata, M. AP" ( Pengamat kebijakan publik) menyampaikan materi.

 
Semua pembicara merupakan putra asli Bima dan Dompu yang diundang oleh RJP untuk mengisi diskusi umum. Harapanya dengan tema yang diusulkan mampu memberikan pandangan bahwa pemilu 2019 merupakan pentas millenial yang akan membawa Indonesia menuju peradaban yang gemilang. Semua narasumber menginginkan agar peran generasi Millenial untuk menggandeng dan peduli terhadap PEMILU 2019 semakin ditingkatkan. 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru