Dongeng Sore di Pesantren Sore

Sumbawa Barat. Diskominfo – Keceriaan anak-anak desa Moteng Kecamatan Brangrea Kabupaten Sumbawa Barat terdengar dari jauh, keceriaan tersebut berasal dari sekelompok anak-anak yang sedang belajar sambil bermain di sebuah rumah warga, seorang pengajar menceritakan hal yang lucu yang mengundang tawa anak-anak hingga mereka tak bisa menahan rasa gembirannya.

Ini adalah sebuah hal yang jarang ditemui di perkotaan, belajar sambil berdongeng di sebuah tempat yang masih asri dan sederhana. Anak-anak tersebut sekilas adalah anak-anak yang jauh dari pengaruh Gadged dan para orang tua mengaku lebih memilih membawa anak-anaknya ke sebuah kelompok belajar yang dinamakan Pesantren Sore.

Adalah Dedy, warga desa Moteng yang menginisiasi munculnya program pesantren sore ini bagi anak-anak TK hingga yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Pada pesantren sore yang dilaksanakan setiap sore ini diisi dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari lomba baca al-quran, lomba bercerita, lomba membaca doa dan yang paling unik bagi anak-anak adalah “Dongeng Islami”.

Dongeng islami adalah sekelompok anak-anak yang diajarkan agama dengan cara bercerita sambil bermain. Melalui dongeng islami ini anak-anak dapat mendengarkan cerita-cerita perjuangan para Nabi dan rasul serta juga diajarkan akhlak yang baik dari tokoh-tokoh Islami.

Untuk mengajarkan anak-anak yang jumlahnya sekitar 100 orang, Dedy kadang-kadang mengundang narasumber dari berbagai alumni, seperti narasumber dari lembaga-lembaga dakwah di NTB. 

“Melalui Dongeng islami ini kita bisa mengajarkan anak-anak bagaimana perjuangan para Nabi dahulu serta mengajarkan mereka cara hidup yang sopan dan berakhlak mulia sehingga mereka bisa mencontohinya.” Kata Dedy, Kamis (24/1) Sore.

Anak-anak juga, lanjut Dedy, merasa senang dengan dongeng tersebut karena di dalamnya diisi dengan tanya jawab dan tebak menebak sehingga semua anak bisa sama-sama bertukar pikiran. “Tidak penting mereka menjadi pintar tetapi yang terpenting mereka memahami bagaimana cara menghormati orang tua, menghormati teman, dan bagaimana menciptakan kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam”. Katanya.

Ini juga akan bermanfaat bagi anak-anak sehingga ilmu yang didapat dari sini bisa dibawa pulang dan diterapkan di dalam kehidupannya sehari-hari, dan ini juga akan menghindarkan mereka dari pengaruh kehidupan yang buruk dari perkembangan zaman.

Para orang tua juga sangat mendukung adanya kegiatan seperti ini karena sangat bermanfaat sehingga bisa mendidik anak-anak untuk belajar menjadi orang yang baik sedini mungkin.

“Kami hanya mengumumkan kalau akan ada pesantren sore bagi anak-anak dan Para orang tua tanpa di suruh langsung membawa anaknya ke pesantren sore.” Ungkap Dedy. (Feryal/tifa/Kim Yuli).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru