Tangkal Gerakan Radikalisme Melalui Pondok Pesantren

Gerakan radikalisme kian lama semakin meresahkan. Pasalnya, gerakan ini dapat menyasar siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Berangkat dari hal tersebut, Garda TGB menggelar Silaturahim Pondok Pesantren Se-Pulau Lombok dengan tema “Perkuat Pondok Pesantren dalam Menangkal Gerakan Radikalisme”. Dalam kegiatan Silaturahim tersebut, turut menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya Polda NTB, Kanwil Kemenag NTB, PW NW, PW NU, PW Muhammadiyah, dan Duta Damai Dunia Maya BNPT.

Kegiatan yang digelar pada Rabu, 28 November 2018 di Ballroom Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center ini dihadiri oleh 500 peserta dari berbagai Pondok Pesantren yang ada di Pulau Lombok. Namun, tidak hanya dihadiri oleh santri dari Pondok Pesantren di Pulau Lombok, melainkan juga dari Pondok Pesantren di Dompu dan Bima.

“Kalau kita tengok atau cermati keseharian berbangsa dan bernegara khususnya di NTB saat ini sangat mengkhawatirkan. Sedikit-sedikit kelompok kita yang benar, sedikit-sedikit mengkafirkan orang. Oleh karena itu, kesempatan atau momen seperti ini sangat penting dan perlu diperbanyak,” jelas H. Irzani, M.Si selaku Dewan Pembina Garda TGB dalam sambutannya.

Sementara itu, Drs. H. Lalu Syafi’i, MM yang merupakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi NTB dalam sambutannya mewakili Gubernur NTB secara garis besar menyampaikan tentang keamanan, stabilitas dan pembangunan bangsa, serta menyikapi perbedaan dalam satu ikatan persaudaraan.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempersatukan seluruh pondok pesantren di Pulau Lombok. “Kami ingin pondok pesantren yang ada di seluruh Lombok bisa bersatu dan memahami bahwa kita keluarga. Tidak ada paham NW, paham NU, atau paham lainnya. Semua satu,” tutur Suraedatul Istikomah, salah satu panitia. Ke depannya, kegiatan perdana silaturahim ini direncanakan akan terus diadakan di tahun-tahun selanjutnya. (ela)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru