Pengembangan PAUD Berkualitas Melalui Mentor

Kegiatan Pembentukan Tim Koalisi Pengembangan PAUD Berkualitas Nusa Tenggara Barat dan Pembukaan Pelatihan Mentor di Gedung Sangkareang, Selasa (21/11) kemarin berlangsung lancar. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi NTB, Sitti Rohmi Djalilah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dan orang tua melalui pelatihan yang akan dilakukan ke depannya, pengembangan literasi dan numerasi, serta sebagai bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dengan masyarakat dalam perencanaan pembelajaran, untuk pendidikan yang lebih baik.

Salah satu hal yang dijelaskan dalam kegiatan tersebut adalah tugas atau peran para mentor dalam pengembangan PAUD berkualitas. Tujuh orang mentor terpilih dari berbagai Kabupaten/Kota yang turut hadir saat kegiatan tersebut berlangsung nantinya akan ditugaskan untuk turun ke desa-desa yang telah ditentukan untuk kemudian mengunjungi setiap PAUD yang menjadi sasaran pengembangan program PAUD berkualitas ini.

Salah satu dari tujuh mentor terpilih, Nita Isra’ Sabatun, asal Dompu, mengatakan bahwa tugas utama para mentor adalah membentuk pola pikir masyarkat, khusunya orang tua dan pengajar/guru PAUD di NTB.

“Tugas pertama mentor adalah pemetaan. Nantinya para mentor turun ke desa-desa yang sudah ditentukan. Ada 50 desa, dan di Dompu ada 7 desa yang tersebar di 5 kecamatan. Para mentor akan mengunjungi Kepala Desa atau PKK yang bertanggung jawab di desa tersebut, lalu mengunjungi PAUD yang menjadi sasaran pengembangan program. Kemudian dilakukan penilaian terhadap PAUD-PAUD tersebut, dan akan dipilih satu PAUD yang akan diintervensi,” ucap wanita yang saat ini bekerja sebagai pegawai Dinas Kominfo Dompu tersebut.

Selain itu, akan dipilih 2 pengajar dari PAUD terpilih yang akan diberi pelatihan, serta akan dipilih juga 2 orang tua dari anak didik di PAUD tersebut.  Setelah dilakukan pelatihan untuk guru dan orang tua, para guru dan orang tua akan menerapkan di desa masing-masing apa yang sudah diperoleh saat pelatihan. Para mentor pun akan memberikan pendampingan atau monitoring setiap bulannya, minimal 2 kali dalam sebulan.

“Harapan saya sebagai mentor, saya berharap anak-anak didik kita yang ada di NTB bakal memiliki nilai yang sama dengan daerah-daerah lain, karena pada dasarnya setiap anak bisa diarahakan ke arah yang lebih baik, jadi dengan adanya program pemerintah NTB ini, harapannya orang tua, pendidik, atau pun masyarakat sekitar, walaupun mereka tidak terpilih untuk diberikan pelatihan, mereka bisa lebih sadar akan kebutuhan anak-anaknya, hingga anak-anak bisa mendapatkan pendidikan atau pun pengajaran yang berkualitas,” ungkap Nita.

Selain Nita, beberapa orang lain yang terpilih menjadi mentor mewakili Kabupaten/Kota masing-masing adalah, Jessica Festy Maharani, mewakili Kota Mataram, Wiwin Qur’anata, mewakili Kabupaten Lombok Tengah, Sariningtyas, mewakili Kabupaten Lombok Timur, Zubaedah, mewakili Kabupaten Lombok Utara, Siti Rabiatul Adawiyah, mewakili Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, serta M.Kardianto, mewakili Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru