Tradisikan Tabayyun, UIN Mataram Bentuk Generasi Milenial Anti Hoax

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA), Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mengadakan kegiatan seminar dan deklarasi bertemakan “Generasi Milenial Anti Hoax : Mentradisikan Tabayyun dalam Merespon Isu-isu Politik” pada Senin (19/11). Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Pascasarjana FUSA.

Dalam seminar tersebut, Lalu Askar Ansori, salah satu pemateri perwakilan dari KPU Provinsi NTB menyampaikan bahwa kita seharusnya bisa menyadari jika pelajaran dan ilmu yang diperoleh di kampus sebaiknya diterapkan di luar kampus, dan haruslah selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat, serta selalu menanamkan nilai-nilai dan kultur dalam kehidupan. Dengan demikian, tidak akan mudah bagi kita untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai dan kultur, termasuk perihal menyebarkan informasi bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech).

Masing-masing perwakilan dari Polda NTB, Bawaslu Provinsi NTB, dan Dinas Kominfotik Provinsi NTB juga tururt menjadi pemateri dalam seminar ini, dengan benang merah materi yang terkait penanganan hoax dari sudut pandang instansi masing-masing.  Hal ini merupakan wujud dukungan pemerintah Provinsi NTB dalam memberantas hoax yang semakin hari semakin “liar” penyebarannya.

Para peserta yang berasal dari anggota HMJ Pemikiran Politik Islam serta mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN terlihat sangat antusias mendengarkan materi seminar. Acara ini kemudian ditutup dengan deklarasi tolak politik hoax yang dilakukan di depan Gedung Pascasarja UIN Mataram.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru