FPBS IKIP Mataram Gelar Seminar Nasional

Sebagai institusi Perguruan Tinggi dengan visi utamanya menopang para calon pendidik dan ilmuan, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP Mataram menggelar seminar nasional pada Sabtu, 17/11/2018 di Aula Handayani.  Hal ini dianggap perlu  untuk memberi ruang ilmiah para peneliti. Seminar yang diberi nama National Conference on ELT and Linguistics (Nacetal) ketiga ini mengundang pembicara utama Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo, salah satu reviewer ujian nasional dan asesor Ban PT, hadir pula presenter dan peserta sekitar 200 orang. Pertemuan ilmiah yang berlangsung sehari dan dirangkaikan dengan kelas paralel tersebut sempat dikagetkan oleh getaran gempa, meskipun begitu tetap berjalan sukses.

Ketua panitia seminar Nacetal ketiga Dr. Lalu Ari Irawan mengatakan, seminar yang laksanakan secara rutin setiap setahun.  Para peneliti dari berbagai institusi bertemu untuk menguji hasil temuanya. "Seminar ini kami selanggaran atas kesadaran bahwa dialektika ilmu pengetahuan untuk melahirkan civitas akademik yang inovatif dan sebagai sarana bagi mereka untuk mendesiminasi hasil penelitiannya. Output-nya benar-benar dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat, terutama memecahkan persoalan dalam dunia pendidikan seperti pengajaran bahasa," kata Doktor Ari.

Selain itu, dosen Pascasarjana Bahasa Inggris IKIP Mataram ini menambahkan bahwa rutinitas ruang ilmiah  yang diselenggarakannya tidak hanya diisi oleh kalangan dosen, namun peneliti-peneliti yang bergerak dalam institusi swadaya juga harus mengambil peran. "Kami siap menjadi mitra kerja dalam hal penelitian-penelitian," tambahnya.

Menurut laporannya, ketika seminar berlangsung, sempat dikagetkan oleh gempa pada siang hari. Namun dengan tekad yang kuat seminar tersebut tetap berjalan hingga akhir. Hal ini juga didorong oleh  harapan, bahwa giat membicarakan tema-tema dengan dasar ilmiah seperti ini harus tetap berlangsung. "Semangat keilmiahan untuk membicarakan persoalan peradaban harus dijaga untuk memunculkan inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan," harapnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru