Diklat Calon Pengawas Angkatan II

KM. Sambang Kampung- Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pengawas Sekolah/Madrasah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara PAN & RB Nomor 21 Tahun 2010 adalah paling sedikit 171 Jam Pelajaran. Rambu-rambu pendidikan dan pelatihan calon pengawas sekolah/Madrasah dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya yang disempurnakan dalam peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24907/B.B13/HK/2018.

Berdasarkan ketentuan dalam peraturan-peraturan diatas Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Seleksi Calon Pengawas dan Diklat Fungsional Pengawas SMA/SMK/SLB Tahun 2018. Jumlah peserta diklat angkatan ke II sebanyak 38 orang, dilaksanakan dari tanggal 14-20 November 2018 di Hotel Lombok Garden Jalan Bung Karno Mataram.

Tujuan dari Diklat Calon Pengawas SMA/SMK/SLB Angkatan ke II ini adalah untuk membekali calon pengawas agar memiliki kompetensi yang disyaratkan sebagai pengawas sekolah sehingga nanti mampu menjalankan tugas pokok kepengawasan secara profesional Kompetensi Pengawas secara profesional. Kompetensi Pengawas Sekolah meliputi Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Supervisi manajerial, Kompetensi Akademik, Kompetensi Evaluasi Pendidikan, Kompetensi Penelitian dan Pengembangan dan Kompetensi Sosial.

Kegiatan Diklat Calon Pengawas SMA/SMK/SLB Angkatan ke II menerapkan berbagai pendekatan dan metode agar setiap materi mudah dipahami oleh peserta Diklat . Pendekatan dan metode yang digunakan tersebut adalah Ceramah, Diskusi, Simulasi, Latihan dan praktek dan presentasi.

Semoga Diklat Calon Pengawas SMA/SMK/SLB angkatan kedua ini dapat berjalan dengan baik sehingga harapannya adalah menghasilkan Calon Pengawas Sekolah yang kompeten sesuai bidangnya dan memiliki integritas, kinerja, ketekunan, inovatif yang dapat menjadi model bagi pengawas lain. (Uyik)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru