Diskusi Ramah Internet Bareng Disabilitas

KM Taliwang – Seorang teman guru pernah bercerita. Tentang kegundahan dan kekhawatirannya terhadap tumbuh kembang putra putrinya. Pasalnya, perkembangan internet saat ini semakin membuat resah. Tak ayal, pengawasan secara ketat  pun dilakukan. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan di masa mendantang.

Internet, meski memiliki banyak manfaat. Juga tidak lepas dari kekurangan. Salah satunya adalah kontrol. Baik orang tua, sekolah, pemerintah hingga si pengguna sendiri. Maka berbagai negara mulai melakukan pembatasan-pembatasan dengan mengeluarkan regulasi melalui undang-undang. Tidak terkecuali Indonesia. Dengan melahirkan Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan harapan, para pengguna internet agar hati-hati dan bijak dalam berinternet.

Pun demikian dengan para disabilitas. Mereka yang secara kondisi terbatas, tetap perlu kita perhatikan. Di sekolah kami (SLBN Taliwang), terutama yang sudah duduk di tingkat menengah keatas jadi prioritas. Dengan melakukan pengawasan. Memeriksa handphonenya secara rutin. Karena, bisa saja kami kecolongan. Di sekolah aman, tapi di luar sekolah terutama lingkungan rumah justru sebaliknya.

Maka tepat kiranya, jika KIM Taliwang pada Rabu (14/11) membuka dialog dan diskusi bersama disabilitas tentang bagaimana caranya ramah internet. Berinternet sehat tanpa terjebak bahaya-bahaya yang tersaji di dalamnya. Jangan sampai, kondisi mereka yang seperti itu, semakin tak berdaya.

KIM Taliwang akui, memang tidak mudah membuat disabilitas faham. Karena tidak sedikit peserta diskusinya disabilitas tunarungu (tidak dapat mendengar). Sehingga dialog terasa berjalan satu arah. Namun dengan mengikuti arahan salah satu guru berlatarbelakang pendidikan luar biasa (PLB), Eni Kentiti, penyajian materi dengan video demonstrasi, sedikit banyak materi bisa dipahami.

“Memang sulit menyampaikan informasi kepada disabilitas terutama tunarungu. Kita harus memiliki kemampuan bahasa isyarat,” ungkap Eni Kentiti saat sesi diskui berakhir pada awak media KIM Taliwang.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru