Program Gebrakan Sekolah Untuk Study Tour

Program Gebrakan Sekolah Untuk Study Tour

KM. Masbagik. Sekolah adalah merupakan salah satu gerbang untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Tentunya semua tergantung dari sarana prasarana, lingkungan sekitar dan yang paling penting adalah dari individu masing-masing. Karena percuma saja kita sekolah di tempat yang bertaraf internasional namun jika invdividu tersebut tidak mau belajar maka akan menjadi percuma saja.

SMK Al-Majidiyah NW Kesik merupakan sekolah yang ingin maju dan bisa bersaing dengan sekolah lain. Salah satu cara untuk mengejar ketinggalan tersebut yaitu dengan mengadakan inovasi atau gebrakan metode pembelajaran yaitu dengan mengadakan program study tour sekali dalam setahun. Untuk tahun ini merupakan tahun pertama kegiatan ini mulai dilaksanakan. Kegiatan tersebut bisa berjalan berkat kerjasama sekolah dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur.


Kegiatan ini diikuti oleh Seluruh siswa kelas XI dan Kelas XII SMK Al-Majidiyah NW Kesik beserta seluruh guru dan pegawai. Adapun rute yang dilalui oleh peserta study tour yaitu berangkat dari sekolah kemudian menuju Masjid Kuno Rambitan, Pantai Tanjung Aan dan lokasi terakhir di Desa Sade. Kegiatan ini selain sebagai refresh siswa yang telah lelah belajar di kelas juga sebagai bentuk implementasi dari Kurikulum 2013 revisi 2018 yang tidak harus mencari sumber melalui buku paket, internet dan guru saja melainkan langsung kepada sumber lokasi yang ingin dicari.


Berbagai tugas juga telah disiapakan oleh guru dalam kegiatan tersebut yaitu tugas PAI dan Sejarah yaitu di Masjid Kuno Rambitan untuk mencari sejarah berdirinya masjid tersebut, apa saja kegiatan yang dilakukan di masjid tersebut. Tugas Bahasa Inggris yaitu di Pantai Tanjung Aan untuk mengaplikasikan kecakapannya dalam berkomunikasi dengan turis kemudian meminta foto dan tanda tangan sebagai bukti telah melakukukan wawancara. Tugas Multimedia yaitu melakukan pengambilan gambar dan video terhadap berbagai situs yang dikunjungi dengan tekhnik yang telah diajarkan oleh guru pembimbing. Dan tugas Prakarya dan Seni Budaya di Desa Sade yaitu untuk mencari produk apa saja yang dipasarkan ditempat tersebut dan mencari tahu bagiamana proses pembuatan barang tersebut sehingga layak untuk dijual kepada masyarakat. Semoga dengan adanya gebrakan tersebut bisa menjadi motivasi bagi seluruh siswa agar lebih giat lagi belajar lagi. Salam toes dari kampung. Mari meriri.

By_Andre D’Jails

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru