Siswa MAN 2 Masuk 10 Besar Olimpiade Nasional Bahasa Arab

Salah satu dari tiga siswa Madrasah Aliya Negeri (MAN) 2 Mataram yang mewakili NTB masuk sepuluh besar dalam olimpiade nasional Bahasa Arab yang digelar oleh Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (F-MGMP) Bahasa Arab di Jakarta Selatan pada 4-5 November lalu.

Diantara tiga orang siswa perwakilan NTB, adalah Muhammad Hafidzul Umam sapaan akrabnya Umam kel;as XI jurusan agama Madrasah Aliya Negeri (MAN) 2 Mataram mendapatkan peringkat ke VIII dari 120.000 peserta utusan sekolah tingkat SMA, MAN perwakilan dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Saat temui di sekolahnya, ia mengaku bangga dengan prestasi yang diraih. Meski tak dapat meraih peringkat I, II dan III namun kesempatan untuk mewakili NTB menjadi prestasi yang tak pernah dilupakannya “Saya sangat bangga. Selain mengharumkan nama sekolah. Saya juga dipercaya mewakili NTB dalam olimpiade Bahasa Arab tingkat nasional,” ungkap Umam saat diwawancarai oleh tim, Rabu (14/11).

Untuk menuju ke tingkat nasional, Umam bersama dua orang temannya, Dwina Mauludy Rexa Imamah dan Muhammad Ridho Syarif telah mengikuti berbagai seleksi baik seleksi internal sekolah, tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi sehingga dapat mewakili NTB ke tingkat nasional.“saya tak menyangka dari ribuan peserta, kita masuk sepuluh besar. Terima kasih kepada sekolah dan teman yang terus mendukung kami untuk terus belajar,” ungkapnya semangat.

Prestasi ini tidak terlepas dari dorongan yang diberikan oleh guru-gurunya. Selalu mengingatkan untuk terus belajar gunakan waktu sebaik-baiknya karena kesempatan tak akan datang kedua kalinya. Selain itu semangat dari teman-temannya terus memotivasi Umam sehingga prestasi dapat diraihnya.

“guru-guru terus mengingatkan pada saya, tetap belajar untuk meningkatkan potensi dalam diri saya,” imbuhnya,

Pengalaman ini, membuat alumni salah satu pesantren Lombok Timur ini semakin besar cintanya  pada Bahasa Arab, apalagi cita-catanya ingin melanjutkan study di universitas Al-Azhar Kairo Mesir “di sana kan harus menggunakan Bahasa Arab. Oleh karena itu saya ingin terus meningkatkan Bahasa Arab lagi ke depannya,” jelasnya.

Dikatakannya, Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa internasional. Selain sebagai bahasa komunikasi, Bahasa Arab juga sebagai Bahasa kitab suci umat Islam dunia. Seiring perkembangan zaman, Bahasa Arab mulai terkikis oleh bahasa asing lainnya, terutama Bahasa Inggris yang menguasasi lewat budaya-budaya yang masuk di Indonesia, diantaranya budaya musik dan barang elektronik canggih lainnya. Sehingga perkembangan Bahasa arab di Indonesia semakin menurun.

“Bahasa Arab telah banyak digunakan diberbagai negara dibelahan bumi ini. Sehingga penggunaan Bahasa ini dianggap penting untuk mendukung dalam segala aspek kehidupan kita,” tambahnya. (Man, Sher, Aan n Lulu)

 

 

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru