AGPAII Bantu Laboratorium PAI Sekolah Terdampak Gempa

Sebanyak 200 guru PAI terdampak gempa Lombok mendapat bantuan. Bantuan diberikan Pengurus Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), dihadiri langsung Direktorat PAI, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Rabu (14/11).

Bantuan diberikan berupa bantuan laboratorium PAI, yakni projector portabel, scrin projektor, sound portabel, dan mik, diperuntukkan bagi SMAN 1 Pemenang dan SMKN 1 Alas, Sumbawa. 

Saat bersamaan juga dilakukan pelantikan Pengurus Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) NTB untuk masa bakti 2018-2023 di bawah kepemimpinan Sulman Haris, MM.

Sekretaris DPP AGPAII Ahmad Budiman, S. Ag., menjelaskan bahwa bencana telah berdampak pada tidak lancarnya proses belajar mengajar. Banyak hal yang perlu dilakukan agar guru PAI korban gempa Lombok bangkit. Salah satunya melalui bantuan ini.

Selain itu, dirinya mengungkapkan agar guru PAI untuk bangkit, mengingat banyak persoalan yang dihadapi GPAI yang saat ini hidup di dua alam. Disebutkan alam pertama, yaitu di Kemenag, dan alam kedua di Dikbud. Guru PAI kata dia, di bimbing dan dibesarkan oleh Kemenag, tapi hidup di Dinas Dikbud.

Hal demikian membawa dampak pada pelaksanaan, dan adanya hambatan-hambatan. Belum lagi guru agama juga seringkali dituntut untuk tidak saja mengajar di kelas, tapi mampu menghidupkan nuansa beragama di sekolah. Termasuk aktif juga di lingkungan seperti mushalla dan masjid.

Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI), Ditjen Kemenag RI, Dr. Rohmat Mulyana Sapdi, berharap agar bencana ini mampu buatkan guru PAI lebih bangkit. Diakui bahwa memang hidup ini butuh suatu pemicu karena pasti ada skenario baik dari Allah.

Sementara terhadap para pengurus yang dilantik, Rohmat berpesan agar pengurus bisa memperjuangkan hak-hak yang perlu diperoleh guru PAI.

Dia pun meminta kepada pengurus agar mampu membangun sinergi dengan birokrasi, karena kami di tingkat pusat sudah terkoneksi. Termasuk bersedia menjalankan amanah organisasi dan penuh tanggungjawab. Mengembangkan AGPAII dan melayani serta meningkatkan kualitas guru PAI, serta profesionalisme guru PAI.

"Saya senang ada mitra," ungkapnya.

Rohmat yang baru dilantik menjadi Direktur PAI selama beberapa bulan ini pun berharap, dimasanya kini dapat menguatkan kembali posisi pendidikan agama Islam di lingkungan pendidikan.

Menurutnya eksistensi PAI sangat perlu dijaga. Yakni bagaimana PAI menjadi sesuatu yang sangat dipentingkan dalam pendidikan di semua level, seperti mendidik anak dari aspek esoteris.

Ketua DPW AGPAII NTB, Sulman Haris, berharap kehadiran AGPAII NTB mampu membuat masa depan generasi lombok akan bangkit dan maju.

Dikatakan, AGPAII telah menyalurkan bantuan tahap pertama dengan data terdampak gempa guru PAI sebanyak 177 orang guru PAI. Adapun penyerahan bantuan tahap kedua diberikan pada 200 orang guru PAI. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru