11 Unit Sekolah Bambu Akan Dibangun di KLU

Kampung Media-Surabaya,-  Sekolah bambu di Kabupaten Lombok Utara (KLU) rencananya akan dibangun sebanyak 11 unit,  secara bertahap oleh Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepastian pembangunan sekolah tersebut dikatakan oleh Mark Heyward Direktur Program INOVASI  saat press converence kegiatan peluncuran program kemitraan dan hibah Inovasi, Rabu (7/11) di hotel JW Marriot Surabaya.

Menurut Mark Heyward pembangunan sekolah bambu untuk mengatasi belum tersedianya kelas akibat gempa yang melanda pulau Lombok-Sumbawa 2 bulan yang lalu.

"Pembangunan sekolah bambu ini untuk mengatasi masalah sementara, karena masih banyak sekolah yang rusak akibat gempa, " kata Mark.
 
Memasuki musim hujan, masih banyak sekolah yang rusak dan dalam proses pembangunan. "Renovasi atau pembangunan sekolah butuh waktu dan proses, sehingga INOVASI berinisiatif membangun sekolah bambu bersifat sementara," jelas pria Australia ini.

Kabupaten Lombok Utara merupakan salahsatu dari 6 Kabupaten mitra INOVASI dalam meningkatkan mutu pendidikan siswa SD/MI di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Bukan saja Sekolah, dalam mengembalikan kepercayaan diri dan trauma terhadap gempa, INOVASI  bersama bebeapa LSM dan lembaga pendidikan  non pemerintah atau komunitas pendidikan di NTB menggelar trauma healing terhadap Siswa-siswi SD/MI di KLU.

Sebelumnya sebagai pilot projec  INOVASI  bekerjasama dengan masyarakat Desa Malaka awal November (1/11) meresmikan Sekolah Bambu yang menjadi sekolah darurat atau sementara.

Sesuai dengan namanya menurut Mark sekolah Bambu bahanya terbuat dari bahan dasar bambu. "Semua bahan-bahannya terbuat dari bambu," jelasnya.

Masyarakat di KLU dan khususnya 
masyarakat Malaka antusias membangun sekolah bambu. Karena bagi mereka pendidikan bagi anak-anaknya lebih penting.

Secara sukarela dan bergotong royong  Sekolah  ini dibangun atas kerjasama seluruh masyarakat Malaka dan didukung oleh INOVASI. Sekolah ini didirikan di tanah miliki masyarakat setempat. Sekolah ini adalah sekolah yang bersifat sementara.  

Menurut masyarakat setempat sekolah bambu lebih aman, sehingga orang tua tidak khawatir saat anak-anak belajar disekolah bambu. Tahan terhadap gempa dan disukai siswa -siswi. (Edy)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru