Kirim Seribu Mahasiswa ke Luar Negeri Tanpa APBD


Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Zulkieflimansyah atau yang akrab disapa Bang Zul, akan memberikan kesempatan kepada seribu mahasiswa di setiap kabupaten kota untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan beasiswa. Menariknya, pengiriman mahasiswa ini tak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi NTB.

“Kita akan mengirim seribu mahasiswa ke luar negeri dan kita harus berani melakukan hal yang tidak biasa, dan itu buka janji yang sederhana. tapi karena kami sudah pernah mencoba di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dengan mengirim lima puluh mahasiswa dan itu berhasil. Kalau sepuluh kabupaten, masing-masing lima puluh atau seratus mahasiswa, berarti sudah seribu mahasiswa,” ungkap Bang Zul, saat mengisih acara Special Interview dari media Kronik Sumbawa, Jumat (20/07) lalu.

Zul menegaskan, untuk merealisasikan janji ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak akan tersentuh dengan berfikir yang tidak biasa. Hal yang paling penting adalah memanfaatkan beasiswa yang ada, karena beasiswa yang ada di Indonesia sangat banyak. Tetapi rata-rata tidak mampu dicapai, karena terdapat beberapa dokumen tidak terpenuhi. Misalnya, Test Bahasa Inggris dan lain-lain.

“Sebagai langkah pertama, kami akan mencoba membuka kursus Test Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing atau Toefl di kabupaten kota seluruh NTB. Supaya anak-anak NTB punya kesempatan,” tegas Gubernur NTB pertama dari Sumbawa itu.

Ada beberapa negara yang sebenarnya tidak perlu bayar kuliahnya seperti Jerman, dan mahasiswa bisa langsung dikirim. Tetapi dibutuhkan kesiapan mental, cara dan informasi yang lengkap. Ini yang betul-betul dipersiapkan. 

Langkah Ini merupakan kontribusi dari NTB untuk perkembangan bangsa Indonesia dengan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Kemudian para aktivis muda terdapat di NTB yang sangat berbakat, artikulasinya bagus, menulis bagus dan mengelolah kata juga bagus. Ini sebagai modal yang sangat besar.

“Yang mereka butuhkan hanya cara pandang yang lebih global, ketika mereka berdiaspora ke luar negeri. Ketika seribu mahasiwa telah dikirim, Saya tidak mengharapkan bahwa mereka semua harus pulang ke NTB, lima puluh orang kembali di NTB sangat cukup bagi saya. Kemudian sisanya, kita biarkan untuk berkompetisi di Jakarta,” jelas gubernur NTB terpilih ini.

Tidak bisa dibayangkan lanjut bang Zul, mereka yang memiliki pengalaman internasional dengan kemampuan leadership yang luar biasa. Sepuluh tahun ke depan, hampir semua eselon satu dan dua di semua departemen di Indonesia siapa pun menterinya dan presidennya, pasti ada anak NTB.

“Kalau ada anak NTB di semua eselon I, anak NTB ada yang jadi pengacara, jadi anggota DPR RI dan seluruh lembaga strategis bangsa ini dikuasai oleh generasi NTB. Saya yakin kontribusi untuk daerah asalnya tidak akan dilupakan, karena semua orang tetap merindukan kampung halamannya., ini merupakan sumbangan terbesar kita, seperti tambora mengguncang dunia. Oleh karena itu, kita ingin tradisi itu mengguncang dunia dengan cara yang berbeda,” ungkapnya bersemangat.

Kenapa harus keluar negeri? bukan karena kualitas universitas dalam negeri kurang baik. Tapi mereka harus punya pengalaman yang berbeda. Ketika di luar negeri bahwa ada kesadaran yang besar bagi mereka, ternyata Indonesia kaya dan tidak kalah dibandingkan Negara lain. Kesadaran itu yang paling penting. Ketika jiwa nasionalisme muncul kemudian Menggeledak dalam jiwanya, mereka pulang ke Indonesia dengan segudang pengalaman. Oleh karena itu ketika kepercayaan tinggi, mereka akan piawai berbahasa asing, punya jaringan internasional.

“Kepercayaan diri yang tinggi, di tempatkan di mana saja akan selalu jadi pemenang. Biasanya di luar negeri adalah pencarian jati diri, merenungi diri sendiri secara lebih dalam, mereka akan jadi manusia dengan jiwa yang terus tumbuh setinggi yang mereka bisa capai,” tegas pria asal Sumbawa tersebut. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru