Terapkan SIBATUR, Anak Raih Segudang Prestasi

SIBATUR atau Simak, Baca, Tulis, Tutur adalah sebuah gerakan literasi yang pertamakali dicetuskan Yayasan Pedalangan Wayang Sasak (YANG Sasak) sejak tahun 2014 yang lalu. Gerakan literasi ini konsen mengajarkan empat skill utama berbahasa, simak atau mendengarkan, membaca, menulis, dan bertutur atau berbicara kepada anak sejak dini. 

Gerakan literasi SIBATUR ini yang belakangan berusaha selalu diterapkan oleh salah seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan seorang pengembang gerakan ini: Isdiana Putri. 

Ibu dua orang anak yang akrab disapa Dian ini sejak mengetahui adanya Gerakan Literasi SIBATUR dari YANG Sasak segera menerapkannya di rumah. Ia gencar mengajarkan anak keduanya Aliyya Pijar Buana (9) yang saat ini tengah bersekolah di SDN 1 Ampenan untuk rajin membaca buku dan mendengarkan berbagai literatur, menuliskan hasil bacaan dan yang didengarkannya, lantas menceritakannya kembali.

"Sebenernya sebelum kenal SIBATUR, sejak kecil Aliyya saya sudah suka dongengin. Soalnya kalo saya mau melarang dia tentang sesuatu, kalo langsung dilarang gak akan berhasil, jadi saya ngarang dongeng yang arahnya kesana," tutur Dian.

Namun setelah mengenal Gerakan Literasi SIBATUR, Dian mengaku apa yang diajarkan ke Aliyya jadi lebih terstruktur. Hal tersebut yang kemudian mengasah imajinasi Aliyya hingga mengantarkannya sering meraih juara pada berbagai ajang lomba mewarnai berbagai event.

"Alya beberapa kali menang juara lomba mewarnai, juara 1, juara 3, dan juara harapan 1. Aliyya dan teman-teman sanggar teaternya juga pernah tampil di Jogjakarta dan mendapatkan penghargaan, " jelasnya.

Prestasi Alya tidak sampai di situ, gadis cilik yang gemar membuat puisi dan mengarang cerita tersebut belakangan memberi kejutan banyak pihak. Ia menggagas Club Imajinasi dimana di dalam Club tersebut ia mengajak seluruh anggotanya untuk berimajinasi.

Fitri Rachmawati salah seorang penggagas Gerakan Literasi SIBATUR mengaku bangga dengan Club ciptaan Aliyya tersebut.

"Club ini memfasilitasi berkembangnya ide-ide dari empat kelas imajinasi yang dibangun Aliyya, kelas imajinasi tempat, suara, suasana, dan kegiatan," tulis Reporter Kompas TV yang akrab disapa Pikong di akun facebooknya.

Club Imajinasi Aliyya sendiri telah dilaunching beberapa waktu yang lalu (18/6) tepat di hari ulang tahun Ayahnya Agung Subekti. 

Kedepannya Gerakan Literasi SIBATUR secara utuh diharapkan mendapat perhatian serius dan dapat diterapkan secara masif sehingga budaya literasi NTB dan Indonesia dapat terus berkembang.  (tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru