Perempuan, Madrasah Petama Bagi Anak

Rasa dan tanggung jawab seorang ibu terhadap anak-anaknya bukan hanya sebatas memperhatikan kebutuhan makan dan biaya pendidikan sekolah. Akan tetapi, sebagai madrasah pertama dalam membentuk karakter anak peran seorang ibu menjadi nomor satu terhadap masan depan anak. Namun terkadang kita mendengarkan ocehan orang-orang bahwa ketika anak itu sudah masuk sekolah, sekolahlah yang bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter anak. Padahal bila kita berpikir, peran ibu sangat penting dalam membangun kecerdasan emosional anak, bahkan menuntun anak agar memiliki nilai kecerdasan spritual yang baik. Tapi dalam era globalisasi ini,  tanpa pendidikan, akankah ibu-ibu mampu mendidik seorang anak dengan mengikuti perkembangan teknologi yang serba moderen.

Melalui kurikulum pendidikan di Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat khususnya yang terkait dengan ‘pendidikan karakter anak’, Andi Mulyan, S.S, M.Pd selaku Dekan fakultas pendidikan UNU NTB menyarakan kepada dosen pengampuh Mata Kuliah Ilmu Pendidikan agar tidak mengabaikan kajian materi yang menyangkut tentang “Peran Keluarga Atau Ibu Rumah Tangga Terhadap Pembentukan Karakter Anak Dalam Menjawab Tantangan Masa Depan Di Era Globalisasi”.  

Terkait dengan “Peran Keluarga Atau Ibu Rumah Tangga Terhadap Pembentukan Karakter Anak Dalam Menjawab Tantangan Masa Depan Di Era Globalisasi”, kaum perempuan seharusnya berpendidikan, terlebih dalam hal agama dan akhlaq.

Seorang perempuan yang berpendidikan sudah barang tentu akan memiliki gambaran terhadap pembentukan karakter anak. Terlebih pada zaman sekarang, yang mana dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi moderen, tentu dapat memiliki pengaruh negatif terhadap prilaku anak. Disinilah pentingnya perempuan untuk menyenyam pendidikan agar dapat menjawab tantangan teknologi yang serba modern. Dalam hal ini, dengan berpendidikan, setidaknya kaum ibu dapat mengawasi anak-anak mereka dalam menggunakan fasilitas yang ditawarkan oleh era modern.

Dengan berpendidikan tentu seorang perempuan mampu memposisikan diri, baik sebagai abdi keluarga, abdi masyarakat, abdi bangsa dan negara. Meskipun mereka berperan ganda, perempuan berpendidikan tentu tidak akan melupakan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga yang memiliki tugas penting terhadap pendidikan anak-anaknya dan bisa menyelesaikan tugas di luar rumah.

Anggapan seseorang tentang perempuan yang tidak perlu berpendidikan, apalagi berpendidikan tinggi seharusnya dihapus.  Hal tersebut dapat mempengaruhi perempuan-perempuan enggan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang selanjutnya, bahkan mereka lebih memilih untuk cepat menikah. Padahal seorang perempuan yang sudah menikah, tentu akan memberikan pendidikan kepada ank-anaknya. Disinilah pentingnya pendidikan, khususnya kepada kaum hawa.

Jadi, dengan berpendidikan setidaknya memberi dampak kebaikan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, baik di masa sekarang maupun di masa akan datang.Olehnya itu, perempuan sebaiknya berpendidikan tinggi, baik memutuskan untuk berkarier maupun untuk menjadi ibu rumah tangga saja. Perempuan harus mempunyai ilmu untuk kebaikan dirinya, suami, anak-anak dan lingkunga sekitar. []

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru