Bahasa Arab Bagian Dari Sejarah Pendidikan Bangsa Indonesia

Kurangnya minat peserta didik untuk mempelajari bahasa arab adalah tantangan bagi para aktivis dan pecinta bahasa Arab dari sabang sampai merauke,dengan adanya selogan “ dengan bahasa arab kita genggam dunia “ murapakan angin segar untuk mengembalikan minat dan citra bahasa arab sebagai bahasa agama dan bahasa internasional.

Kompetensi kebahasaan, kompetensi komunikasi dan kompetensi budaya merupakan tiga kompetensi yang hendaknya dicapai dalam mempelajari bahasa Arab, dari tiga kompetensi yang disebutkan diatas terlihat bahwa tujuan dari mempelajari bahasa Arab di arahkan kepada penguasaan unsur bahasa Arab dan penggunaan bahasa Arab dalam berkomunkasi efektif.

Sebelum tahun 1994 kebijakan pembelajaran bahasa Arab di indonesia memiliki perbedaan antara Depertemen Agama dan Depertemen Pendidikan Nasional. Depertemen Agama menetapkan pembelajaran bahasa Arab sebagai mata pelajaran wajib pada semua lembaga pendidikan yang berada pada naungan depertemen agama sedangkan pada depertemen pendidikan nasional mata pelajaran bahasa Arab merupakan mata pelajaran bahasa Asing Pilihan sampai pada Arah pembelajaran bahasa Arab pada kurikulum berdasarkan peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2008 yang dimana bahasa Arab merupakan mata pelajarn yang mengarahkan kepada mendorong, membimbing, mengembangkan dan membina kemampuan berbahasa arab baik reseptif maupun produktif.

“Menarik dan mengembang kemampuan berbahasa Arab peserta didik tidak hanya di tekankan kepada kompetensi kebahasaan dan kompetensi komunikasi semata melainkan yang harus lebih dikuatkan lagi adalah kompotensi budaya bangsa indonesia baik dari nilai adat istiadat, etika dan seni yang dimana akan memudahkan peserta didik untuk menjelaskan dalam bahasa Arab di” tutur Rangga yang merupakan aktivis bahasa Arab kota bima sekaligus ketua Al-Fatih Institut kota Bima salah satu lembaga bahasa Arab yang sedang naik daun.

“Melihat sejarah dari pembelajaran bahasa Arab di Indonesia di atas, bisa menumbuhkan minat dan rasa cinta peserta didik untuk mempelajari bahasa Arab dan mengambil peran untuk mengembalikan citra baik pada bahasa Arab sebagai bahasa Agama Islam dan salah satu bahasa internasional yang setiap tanggal 18 Desember di sepakati hari jadi bahasa Arab se-Dunia”tutur Rangga

Oleh : Rangga Iskandar Zulkarnain

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru