E-commerce Bagi Produk Kumkm


Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM RI mengadakan Bimbingan Penerapan E-Commerce Pemasaran Produk KUMKM kepada 100 KUMKM di Hotel Lombok Raya Mataram. Bimbingan yang hanya berlangsung sehari ini kerjasama dengan Dinas Koperasi UKM NTB dan Market Place Shopee yang ahli dibidang E-Commerce. (23/2/2018)

Asisten deputi bidang pemasaran Ir.Herustiati mengatakan kegiatan ini ada 2 yakni pendampingan UMKM untuk masuk ke E Commerce dan Pendampingan UMKM yang potensial kualitas ekspor. Seperti yang dikritisi oleh presiden bahwa market place kita banyak produk-produk import dan eksport kita relative masih rendah dbanding dengan negara-negara Asian lainnya.

“Walaupun program ini cukup lama dan semakin dikritisi , kita kepingin produk-produk di kita jangan sampai isinya produk import saja seperti produk cina,korea dan lain sebagainya. UKM harus masuk di E-Commerce”.Ujar Heru

Diperkirakan go onlinenya produk UMKM sekitar 8 juta sampai tahun 2020 sedangkan untuk data produk UKM yang Go Online dari informasi yang diperoleh dari Kominfo sekitar 3 sampai 4 juta, namun keinginan dari kementerian UKM RI, produk UKM tidak hanya sekedar masuk saja di E Commerce tapi juga harus meningkat usahanya dan bersaing.


“Syukur-syukur dapat pasar eksport, jadi harapan kita seperti itu, jadi kita, selain pemasaran Offline juga diberdayakan Online termasuk cara mendesain atau mengambil photo sebuah produk yang menarik dan bagus untuk dimasukkan di E-Commerce”. kata Herustiati

Ditambahkan Heru, saat Bimbingan Penerapan E Commerce Pemasaran Produk KUMKM, Kemenkop dan UKM RI mengundang sekitar 100 orang peserta dan sebagai pendamping dari E Market place adalah Shopee. Kegiatan bimbingan ini sudah berlangsung di 7 provinsi yang dianggap KUMKMnya masih sedikit memanfaatkan E Commerce.

“Kita mencari provinsi-provinsi yang potensial tetapi sedikit pengguna E Commerce”. Ujar Heru

Kedepannya untuk memberikan bimbingan E Commerce yang lebih luas kepada KUMKM, Kemenkop dan UKM RI , selain mengundang Shopee juga akan menghadirkan Bukalapak,BliBli atau belanja.com dan lain sebagainya yang
memang ahli di E-Commerce.

PLH Dinas Koperasi UKM NTB Drs.H.Mohamad Imran,MM mengatakan saat ini dari data yang ada jumlah potensi UMKM di NTB mencapai 648.343 dari sekian banyak UMKM ini salah satu permasalahan yang di hadapi adalah masalah pemasaran bagi produk UKM bagi dari segi SDM yang rendah juga persaingan yang cukup ketat.

Selama ini kata Imran dasar Kelemahan dalam kontek pemasaran diantaranya Orientasi pasar UMKM rendah, UMKM lemah dalam persaingan yang kompleks dan tajam, serta tidak memadainya infrastruktur pemasaran UMKM.

Untuk itu sambung Imran, untuk menghadapi kelemahan tersebut diminta kepada seluruh pelaku UMKM khususnya para peserta Bimbingan Penerapan E Commerce untuk memeprsiapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal untuk menghadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru