Pendampingan Dan Magang Teknik Sepeda Motor Ditutup


Program Pelatihan Pendampingan dan Magang Teknik Sepeda Motor Honda  yang sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu akhirnya selesai sudah dan ditutup oleh Kepala Departemen Pelatihan Dan Pendampingan YDBA Pusat Jakarta Rahmat Handoyo . (17 /11/ 2017)

Acara penutupan yang berlangsung di Aula Astra Motor Jalan Saleh Hambali no 8 Dasan Cermen Mataram dihadiri juga oleh Kepala wilayah HSO Cabang Mataram Wahyudi Saputra, Perwakilan Bank Permata, perwakilan AHAS, Kepala Dinas Koperasi UKM yang diwakili oleh Lindrawaty Angkawijaya sekaligus Koordinator PPKP NTB serta 18 peserta pelatihan.

Wahyudi Saputra selaku Kepala wilayah HSO Cabang Mataram mengatakan dilihat dari 20 orang yang mendaftar hanya 18 orang yang mengikuti pelatihan, diharapkan 18 peserta ini akan menjadi duta atau sinar untuk membuka lapangan usaha untuk orang lain. Kita lihat bahwa Astra hadir di NTB dengan semangat untuk mensejahterakan khususnya penduduk yang ada di NTB.


“Jadi Astra itu bukan semata-mata bisnis, buka cabang keruk keuntungan trus selesai, Ngak! Tapi kita ingin maju bersama, dimana tempat cabang Astra itu berada. Dalam hal ini juga Astra Motor sesuai dengan bidang kompetensi kami yakni sepeda motor , oleh karna itu Astra Motor ingin juga apa yang Astra punya bisa dibagi sesuai dengan semangat Astra. Jadi kalau ada temen-temen yang pernah  lihat, itu ada namanya Satu Indonesia yakni salah satu slogan atau symbol bahwa kitapun ada di NTB untuk pembangunan Indonesia terutama SDMnya”. Kata Wahyudi.

Lanjut Wahyudi, dengan SDM yang baik dan punya kompetensi tinggi , SDM tersebut bisa jadi sinar buat masyarakat sekitarnya dengan harapan peserta yang hadir di acara penutupan ini punya semangat  untuk menjadi entrepreneur

Kepala Departemen Pelatihan Dan Pendampingan YDBA Pusat Jakarta Rahmat Handoyo  mengatakan bahwa YDBA merupakan yayasan yang didirikan oleh pendiri Astra yakni William pada tahun 1980 sehingga pada tahun 2017 ini usia YDBA sudah 37 tahun.YDBA didirikan untuk menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) dimana Astra tidak ingin tumbuh sendiri.

“Jadi digambarkan, Astra itu bagaikan pohon yang rindang dimana tidak hanya Astra saja yang mengalami keteduhan dan nikmatnya dibawah pohon tapi masyarakat sekitar atau seluruh masyarakat disekitar Astra ikut merasakan”. Ujar Handoyo.


Kata Handoyono, YDBA focus dalam membina UMKM, YDBA dalam perjalanannya memiliki sebelas cabang di wilayah Indonesia termasuk dimataram yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi UKM NTB sejak tahun 1998.

“Dimana Ibu LIndrawaty  yang menjadi pegawai dinas koperasi , sebagai Ibunda kita sejak tahun 1998 berperan sebagai kepala cabangnya YDBA di Mataram. Sejak tahun 1998 inilah Ibu Lindrawaty mempererat hubungan kerjasama dengan Astra-Astra yang ada di Mataram. Dimana peserta yang ikut pada hari ini merupakan angkatan ke 22, angkatan pertama pada tahun 1998. Bias dibayangkan 22 angkatan sedangkan per angkatan 20 orang berarti alumni mekanik sepeda motor dari Astra Motor  Mataram yang dibantu dengan AHAS-AHAS, itu sudah mencapai 440 angkatan”. Papar Handoyono sembari disambut tepuk tangan oleh tamu dan peserta yang hadir.

Ditambahkan Handoyo, secara nasional jumlah alumni Astra Motor sudah mencapai 720 orang,ini patut dibanggakan karna Astara Motor terutama yang di Mataram tidak memikirkan bisnis saja tapi bagaimana mendidik adik-adik disekitar cabang Astra Motor untuk bisa memperbaiki sepeda motor.

Usai melaksanakan pelatihan, 18 peserta diklat diberikan modal usaha sebesar Rp.2.800.000.- yang ditabungkan di Bank Permata dan 3 Peserta terbaik berhak mendapatkan hadiah berupa tols atau peralatan bengkel .[]

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru