MTs MT Lenggorong Pringati Hari Sumpah Pemuda Ke-89

KM. Sukamulia – MTs Maraqitta’limat Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara memang berada di pinggiran dan termasuk dalam wilayah terpencil. Namun demikian, keluarga besar madrasah ini senantiasa melaksanakan kegiatan-kegiatan nasionalisme. Sabtu tanggal 28 Oktober 2017, Keluarga Besar Maraqitta’limat Lenggorong melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89.

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 tersebut dilaksanakan di halaman MTs Maraqitta’limat Lenggorong pada pukul 07.30 wita hingga pukul 08.10 wita. Dalam rangka memperingati momentum perjuangan pemuda dan pemudki bangsa Indonesia tersebut, peserta didik MTs Maraqitta’limat Lenggorong melaksanakan upacara dengan menggunakan pakaian adat, termasuk oleh para petugas upacaranya.

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2017 ini bukanlah kali pertama dilaksanakan oleh keluarga besar madrasah daerah terpencil ini. Kegiatan serupa merupakan program tahunan di madrasah tersebut yang dilaksanakan sejak tahun 2010 dan pada setiap pelaksanaannya, peseta upacaranya senantiasa menggunakan pakaian adat. Hal ini dilakukan guna mengingat bahwa Kongres Pemuda II yang dilaksanakan pada tanggal 26-28 Oktober 1982 merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemuda dari seluruh wilayah kepulauan nusantara yang anemonya terdiri dari etnik yang berbeda-beda namun tradisi adat dan budaya bukan menjadi penghalang mereka untuk bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa yang kita cintai ini.

Upacara yang dipinpin oleh Jumahir (siswa kelas IX) ini berlangsung dengan hikmat dan terlaksana dengan sempurna. Di dalam upacara tersebut juga dibacakan Ikrar Sumpah Pemuda sesuai dengan bunyi aslinya. Teks Ikrar Sumpah Pemuda dibacakan oleh Muhammad Tegar Van Gaus (Siswa Kelas VII). Dibacakannya Ikrar Sumpah Pemuda tersebut ditujukan supaya segenap warga MTs Maraqitta’limat Lenggorong mengetahui bunyi asli Ikrar Suci yang pertama kali diikrarkan oleh Pmuda Bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1982 itu.

Tidak semua sekolah atau madrasah yang mempunyai keperdulian untuk melaksanakan kegiatan nasionalisme semacam ini. Banyak sekolah atau madrasah besar di kota-kota besar dana tau sekolah/madrasah di wilayah perkotaan dan pedesaan yang tidak melaksanakan kegiatan semacam itu. Hal tersebut tergantung dari para pengurus sekolah/madrasah, jika pengurusnya peduli dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi maka kegiatan-kegiatan peringatan hari bersejarah bangsa ini pastilah diperingati, namun sebaliknya jika pengurus sekolah/madrasah tidak perduli dan memiliki jiwa nasionalisme serta jiwa patriotisme yang rendah maka kegiatan-kegiatan serupa tidak akan dilaksanakan oleh warga sekolah/madrasahnya.

Berbeda dengan Keluarga Besar MTs Maraqitta’limat Lenggorong yang meskipun madarah mereka berada di daerah terpencil dan sangat pelosok, namun mereka senantiasa melaksanakan kegiatian-kegiatan nasionalisme. Hal ini membuktikan bahwa keluarga besar madarah tersebut memiliki keperdulian, rasa nasionalime dan jiwa patriotisme yang tinggi sehingga mereka senantias melaksanakan Upacara Bendera pada setiap momen hari bersejarah bangsa ini.

Semoga kegiatan nasionalime yang dilaksanakan oleh keluarga besar madarasah yang pasilitasnya sangat terbatas ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah/madrasah lainnya sehingga mereka juga memiliki keperdulian untuk melaskanakan kegiatan-kegiatan yang bernuansa nasionalisme sebab jika tidak demikian maka kapan bangsa ini akan bangki.

Orang bijak berkata, “jangan lupakan jas merah” yang berarti jangan lupakan sejarah. Jika kita lupa terhadap sejarah bangsa kita maka tentunya bangsa kita akan sulit mendapatkan kejayaannya. Dengan demikian, jika kita ingin bangsa ini tetap jaya maka marilah kita senantiasa memupuk rasa nasionalime dan jiwa patriotisme di dalam dada kita masing-masing dan mewujudkannya dengan aktif melaksanakan upacara bendera dalam rangkan peringatan hari-hari nasional. Dan ingatlah bahwa pemuda adalah tonggak harapan bangsa ini, jika pemuda dan pemudi bangsa ini kehilangan rasa nasionalime dan tidak memiliki jiwa patritisme maka lambat laun bangsa ini akan kehilangan jati diri.

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru