Gerakan Literasi SMK NW Kokok Putik

KM. POKER – salam SMK Bisa, SMK Hebat! Kurikulum 2013 atau K13 setelah di sosialisasikan sejak beberapa tahun yang lalu. Hingga saat ini masih dikembangkan oleh dirjen pendidikan. Pada pertengahan bulan juni tahun 2017 lalu, setiap guru mapel pada satuan pendidikan dasar dan menengah dimita untuk mengikuti pelatihan implimentasi K13 selama satu minggu.  

Dalam surat keputusan yang ditetapkan tanggal 10 Februari 2017 lalu, setiap satuan pendidkan baik dasar ataupun menengah diminta untuk mengembangkan gerakan Literasi demi menumbuh kembangkan minat baca siswa.

Dari hasil pelatihan yang didapatkan pada pertengahan bulan Juni lalu, peserta didik tingkat Sekolah Dasar dan Menengah diharapkan untuk melakukan gerakan literasi selama ±15 menit sebelum proses belajar dimulai dengan bimbingan guru. Hal tersebut sebagai rujukan para guru di SMK NW KOKOK PUTIK untuk melanjutkan program pemerintah pusat dalam meningkatkan mutu pendidikan di di SMk NW Kokok Putik khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Kegiatan Literasi yang dilakukan pada SMK Kokok Putik dilaksanakan dengan serentak pada pagi hari sebelum proses belajar dimulai di dalam kelas. Dari gerakan literasi ini, para guru bergantian untuk membimbing dan mengarakan siswa sembari imtaq. Setelah gerakan literasi dilakukan masih diluar kelas, guru piket dan seluruh siswa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa bersama diluar kelas. Hal ini dilakukan untuk menumbuh kembangkan rasa nasionalisme siswa di SMK tersebut.

Selanjutnya, sebelum jam pelajaran berakhir. Para siswa berkumpul lagi untuk menutup pertemuan dengan cara berdoa dan menyanyikan lagu wajib nasional serta bersalaman kepada guru dan teman sebelum meninggalkan sekolah.

Kegiatan literasi ini telah dilakukan sejak sepulangnya para guru yang mengikuti pelatihan implementasi K13. Hingga saat ini, SMK NW Kokok Putik melakukan kegiatan tersebut bahkan menjadi rutinitas para siswa sebelum masuk kelas dipagi hari.

Menerapkan gerakan literasi di Sekolah mampu meningkatkan minat baca siswa dan memperluas pengetahuan siswa dalam semua bidang khususnya pada bidang keahlian yang mereka ampu disekolahnya. Siswa akan lebih aktif didalam kelas karena mereka sudah mengantongi banyak referensi sebelum memulai prosesbelajar. Keaktifan pelajar akan terlihat saat proses belajar mengajar didalam kelas.

Literasi juga mampu menekan aktifitas guru yang sebelumnya lebih aktif dari pada siswa. Setelah menerapkan gerakan literasi ini, guru dan siswa merasakan efek positive yang dibawa oleh gerakan 15 menit membaca sebelum mulai belajar disekolah. Siswa lebih aktif dan fungsi guru sebagai pengarah atau alat bantu siswa dlam belajar akan terbukti seperti harapan kurikulum 2013.

Salam dari KM. POKER untuk Segenap Warga Kampung Media!

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru