Guru Mendunia, Apresiasi Bagaimana?

pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia” -Nelson Mandela-

Bulan Oktober ini sungguh padat, penuh dengan hari-hari dunia. Ada hari kopi internsional, hari batik internasional, hingga sempat luput kalau ternyata juga ada hari guru sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Oktober. Di Indonesia diperingati setiap tanggal 25 November sejak tahun 1994. Pertama-tama terima kasih saya ucapkan teruntuk para guru-guru dan dosen saya sejak SD hingga kuliah yang tidak hanya mengajarkan tapi juga membimbing,mengayomi, dan bila diperlukan pun menasehati.

Nasib para pengajar: Kerja Sedos Gaji Sesen

Meskipun perayaannya sudah mendunia, Namun apresiasi tetap saja masih jauh dari kata layak. Terutama bagi pengajar honorer. Ikhlas beramal-lah yang kemudian ditanamkan, dengan harapan semoga para generasi penerus bangsa semakin lebih baik dari sebelumnya. Apa iya terus-terusan akan ikhlas beramal, bukankah para pengajar juga memiliki keluarga yang perlu dihidupi dan memiliki segudang kebutuhan. Syukur-syukur pengajarnya kaya lah kalau serba kekurangan dan ternyata mengajar adalah satu-satunya pekerjaan, bagaimana.

Negara melalui instansi-instansi pendidikannya belum menghargai para pengajar dengan layak. Gaji hanya 200 ribu itupun dikasih perbulan, sebagian juga menerima apresiasi itu  per 6 bulan sekali. Ada juga dosen yang gajinya sejumlah asmaul husna hanya 99 ribu (sungguh terlalu). Kehidupan para pengajar di negeri ini (non PNS) amatlah ngeri. Lebih sejahtera penjual cilok yang memiliki penghasilan 100 ribu per hari, jangan tanya penjual kopi bagaimna insyaallah lebih dari penjual cilok (kalau tidak percaya tanya penjual kopinya langsung).

Necis tapi Kantong Tipis

Soal penampilan seorang guru dituntut untuk rapi. Selain mengajar, pendidik baik guru maupun dosen juga memiliki tugas sebagai role model. Jadi jangan salah persepsi ketika melihat para pengajar baik guru maupun dosen (honor/ tidak tetap) setiap hari penampilannya selalu necis, sepatunya kinclong, bajunya licin, rambutnya klimis. Percayalah wahai saudara-saudariku dibalik itu semua kantongnya tipis setipis iklan pembalut yang menawarkan ketipisannya sebagai keunggulan. Pantaslah guru dikatakan pahlawan tanpa tanda jasa, hingga membuat negara dan yayasan lupa mengapresiasi.

Tak heran kemudian menjadi PNS adalah satu-satunya jalan dan solusi yang kemudian ditempuh. Seolah-olah dengan menjadi PNS aman sudah kehidupan hingga akhir hayat. Hingga muncul asumsi yang sudah sangat mengakar kuat dibenak para masyarakat terutama di desa-desa termasuk di kampung saya sendiri bahwa “sukses itu ketika jadi PNS”.

Negara lain mengapresiasi Guru

 Di Jepang, ketika bom menghantam Hirosima Nagasaki, hal pertama yang ditanyakan adalah bukan berapa banyak amunisi yang tersisa, bukan pula berapa tentara yang masih bertahan, tapi ada berapa banyak guru yang selamat. Karena mereka sangat tahu betul betapa pentingnya para pendidik untuk membentuk karakter generasi penerus bangsanya.

Di negara-negara Eropa, pendapatan para pengajarnya sangat tinggi. Sehingga pekerjaan sebagai pengajar tidak hanya presticious secara jabatan, tapi juga secara penghasilan. Kalau di Indonesia bagaimana? Silahkan Jawab sendiri.

Eropa mungkin terlalu jauh menjadi perbandingan. Bagaimana dengan negara tetangga Indonesia?. Singapura mengapresiasi gurunya dengan gaji minimum sebesar 1.350 SGD/bulan atau setara dengan Rp 13.084.466/bulan. Malaysia gaji minimum untuk para pengajarnya sebesar 1.200 RM/bulan atau sebesar Rp 3.860.220. Thailand sebesar 21.950 THB, kalau dirupiahkan sekitar Rp 8.402.241.

Selain itu, seperti dikutip dari the guardian, dari 30 negara yang menjadi anggota OECD (organization for economic cooperation and development), Indonesia adalah negara yang memberikan upah guru terendah. Apakah mau lagi ditunjukkan apresiasi di negara lain? Ah sudahlah nanti akan semakin menambah rasa merana dan nyut-nyut di hati. Cukup bersabar dan tanamkan rasa ikhlas beramal (jikalau masih kuat).

So, selamat hari guru sedunia untuk semua guru-guru se-Indonesia wabilkhusus teruntuk yang diberikan apresiasi sejumlah asma’ulhusna (terharu). Semoga keberkahan dan kesabaran selalu dimiliki. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru