In Satu Pendampingan Implementasi K-13 SMK Provinsi NTB

KM. Sukamulia – Sebagai kelanjutan dari Pendampingan Implementasi K13 SMK yang dilaksanakan pada sekitaran bulan Mei 2017 di SMKN 1 dan SMKN 2 Selong, Sabtu (30 September 2017) s/d Minggu (01 Oktober 2017) Dikpora Kabupaten Lombok Timir melaksanakan In Satu Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Maraqitta’limat Sembalun dan diikuti oleh 30 orang Guru Mata Pelajaran yang berasal dri SMK Maraqitta’limat Sembalun dan SMK NW Kokok Putik.

Kegiatan ini dibuka pada pukul 10.15 wita (Sabtu, 30 Oktober 2017) oleh Pengawas Pembina Layanan Dikmen Dikpora Kabupaten Lombok Timur (Lalu Ahmadi, M. Pd). Kegiatan pembugaan ini dihadiri juga oleh 4 orang Instruktur Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK yang merupakan guru-guru senior yang berasal dari SMK Negeri wilayah Lotim yang telah melaksanakan K-13.

Sebelum acara ini dibuka, Lalu Ahmadi menyampaikan bahwa program ini adalah kelanjutan dari Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK yang telah dilaksanakan pada bulan Mei 2017 di SMKN 1 Selong dan SMKN 2 Selong. Dalam kegiatan ini akan dilaksanakan In Satu dan On Satu sebagai implementasi dari hasil kegiatan In Satu. Ahmadi juga menyampaikan bahwa kegiatan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK adalah kegiatan yang berkelanjutan, oleh sebab itu apa yang sudah didapatkan pada saat di SMKN 1 dan SMKN 2 Selong dapat diimplementasikan pada kegiatan In Satu-On Satu dan In Dua-On Dua nanti.

Pada kesempatan memberikan sambutan itu pula, Ahmadi mengajak dan memberikan motivasi kepada semua peserta untuk senantiasa melaksanakan implementasi K-13 dengan sebaik mungkin dan senantiasa berpikir positif serta senantiasai tulus dan iklas dalam membangun anak bangsa dengan penerapan K13 di sekolah dan pada mata pelajaran masing-masing.

Usaia pembukaan, peseta dibagi menjadi dua kelas (kelas Mapel Muatan Nasional dan Kelas Mapel Produktif). Masing-masing kelas didampingi oleh dua orang Instruktur yang membimbing peserta dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis K13. Kegiatan tersebut berlangsung dengan baik dan sesuai dengan agenda. Pada hari pertama (Sabtu, 30 September 2017) kegiatan berlangsung sampai pukul 15.30 wita dan pada hari kedua (Minggu, 01 Oktober 2017) kegiatan dimulai pada pukul 08.00 wita dan ditutup pada pukul 15.30 wita.

Kegiatan ini ditutup oleh Pembina Layanan Dikmen SMK Lotim. Pada kegiatan penutupan, Rifai menjelasakan bahwa ada 5 permasalahan karakter yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, yakni religius, nasionalisme, gotong royong, tanggung jawab dan integritas oleh sebab itu, seorang guru harus menanamkan nilai-nilai karakter kepada setiap peserta didiknya dengan cara merubah pola mengajar dan mengembangkan budaya literasi pada setiap kegiatan pembelajaran. Untuk mengimplementasikan hal tersebut maka seorang guru harus menyusun perangkap pembelajarannya dengan sebaik mungkin dan sesuai dengan tuntutan implementasi K-13.

“Saya berharap, semoga Pendampingan Implementasi K-13 ini dapat memberikan perubahan yang signifikan bagi kemajuan pendidikan kita yang ada di wilayah sembalun ini pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Saya sangat berharap supaya pendidikan kita di wilayah Sembalun ini semakin baik sebab saat ini Sembalun merupakan wilayah yang sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat dunia dengan demikian generasinya harus dipersiapkan sedemikian hingga sehingga mereka mampu bersaing dalam seluruh aspek kehidupan”, harap Rifai sebelum menutup kegiatan.

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru