Pelatihan Manajemen Ekowisata

Suatu anugrah atau keuntungan tersendiri bagi masyarakat Desa Mertak, khususnya masyarakat sekitar penyangga Twa Gunung Tunak karena berkesempatan untuk mendapat pelatihan manajemen Ekowisata kembali pada tahun 2017 ini. Pelatihan ini merupakan pelatihan ke 6 kalinya untuk masyarakat sekitar Penyangga TWA Tunak yang sudah dimulai pada tahun 2015 dan berakhir nanti pada tahun 2018. Pelatihan –pelatihan yang telah dilakukan ini merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Korea Selatan dan Pemerintah Indonesia.

Pemberian Pelatihan ini bertujuan untuk meningkat kapasitas masyarakat sekitar TWA Gunung Tunak untuk mengelola ekowisata Gunung Tunak yang saat ini sedang dalam pengembangan dan diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2018. Dengan adanya pelatihan ini masyarakat bisa mendapat pengetahuan bagaimana menjadi pengelola ekowisata yang baik dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri.

 

Pelatihan Pengembangan Kapasitas Manajemen Ekowisata 2017

Ada yang berbeda pada pelatihan ekowisata tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, jika pada tahun sebelumya semua peserta pelatihan mendapat materi yang sama, maka tahun ini peserta pelatihan dikelompokkan menjadi 4,  Yaitu:

  1. Kelompok Lanjutan

Kelompok ini merupakan kelompok lanjutan dari tahun sebelumnya (2016) yang telah dilatih 10 orang sebagai kelompok leadhership. Kelompok leadhership ini mendapatkan materi bagaimana menjadi perencana atau perancang ekowisata sehingga bisa bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Nantinya kelompok leadhership merupakan kelompok inti yang akan mengarahkan masyarakat sekitar TWA gunung tunak untuk menciptakan berbagai paket wisata sehingga bisa meningkat kunjungan dan sekaligus memberikan kepuasan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung di TWA Gunung Tunak.

 

  1. Kelompok Kupu-Kupu

Kelompok kupu-kupu ini dibentuk mengingat keberadaan kupu-kupu yang sangat beragam dan unik sekali. Hampir disepanjang tahun kita bisa menemukan kupu-kupu di tunak sedangkan ditempat lain hanya akan kita temukan pada musim penghujan saja. Oleh karena itu BKSDA dalam hal ini akan menjadikan keunikan dan keanekaragaman kupu-kupu ini sebagai atraksi utama untuk menarik minat wisatawan. Saat ini sedang dibangun pusat ekologi kupu-kupu (Penangkaran kupu-kupu) yang nantinya sebagai tempat bagi pengunjung untuk melihat dan mengetahui jenis-jenis kupu-kupu yang ada di kawasan  Gunung Tunak. Untuk menyiapkan SDM yang expert (terampil) mengenai kupu-kupu, maka dibuatlah kelompok kupu-kupu ini yang berjumlah 10 orang.

  1. Kelompok kerajinan Tangan (handicraft)

Setiap kegiatan berwisata tidak akan terlepas dari namanya cendra mata (Oleh-oleh). Akhir-akhir ini usaha jualan cendra mata (oleh-oleh) sangat berkembang pesat dan terbukti memberikan sumbangsih dalam meningkatkan perekonomian masyarakat baik itu pengrajin maupun penjual. Melihat peluang yang terbuka lebar dengan perkembangan ekowisata di TWA Tunak yang semakin banyak menarik minat kunjungan dan ditunjang dengan sarana dan prasarana maka masyarakat diharapkan bisa menjual hasil kerajinan tangan kepada wisatawan yang datang ke TWA Gunung Tunak.

Adanya pelatihan Handicraft ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat untuk membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan yang mudah didapat baik itu dari kayu maupun barang-barang bekas lainnya. Nantinya hasil kerajinan tangan tersebut akan dijual kepada wisatawan sebagai oleh-oleh telah berkunjung ke TWA Tunak. 

  1. Kelompok Kuliner Tradisional

Akhir-akhir ini paket wisata kuliner menjadi trend karena banyak yang rela membayar sejumlah uang demi kepuasan mencicipi makanan khas suatu daerah yang tidak bisa ditemu didaerah lain. Selain itu Ekowisata sangat erat kaitan dengan kuliner local yang mempunyai nilai plus bagi paket wisata yang ditawarkan.  Maka dari itu, pada pelatihan ini juga di bentuk satu kelompok yang mempelajari bagaimana menyajikan kuliner lokal kepada wisatawan yang berkunjung ke tunak sehingga mereka akan terpuaskan dan bersedia untuk datang lagi.

Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah dalam hal ini BKSDA NTB yang telah memfasilitasi pelatihan ini dan tidak bosan-bosannya membimbing masyarakat sekita TWA Tunak sehingga tujuan adanya ekowisata salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar TWA tercapai. Harapan saya kita jangan jadi penonton di daerah sendiri melainkan menjadi pelaku ekowisata dengan menawarkan paket wisata yang punya kearifan lokal dan menjunjung tinggi nilai konservasi alam.

Salam Lestari !! 

Suatu anugrah atau keuntungan tersendiri bagi masyarakat Desa Mertak, khususnya masyarakat sekitar penyangga Twa Gunung Tunak karena berkesempatan untuk mendapat pelatihan manajemen Ekowisata kembali pada tahun 2017 ini. Pelatihan ini merupakan pelatihan ke 6 kalinya untuk masyarakat sekitar Penyangga TWA Tunak yang sudah dimulai pada tahun 2015 dan berakhir nanti pada tahun 2018. Pelatihan –pelatihan yang telah dilakukan ini merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Korea Selatan dan Pemerintah Indonesia.

Pemberian Pelatihan ini bertujuan untuk meningkat kapasitas masyarakat sekitar TWA Gunung Tunak untuk mengelola ekowisata Gunung Tunak yang saat ini sedang dalam pengembangan dan diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2018. Dengan adanya pelatihan ini masyarakat bisa mendapat pengetahuan bagaimana menjadi pengelola ekowisata yang baik dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri.

Pelatihan Pengembangan Kapasitas Manajemen Ekowisata 2017

Ada yang berbeda pada pelatihan ekowisata tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, jika pada tahun sebelumya semua peserta pelatihan mendapat materi yang sama, maka tahun ini peserta pelatihan dikelompokkan menjadi 4,  Yaitu:

A.Kelompok Lanjutan

Kelompok ini merupakan kelompok lanjutan dari tahun sebelumnya (2016) yang telah dilatih 10 orang sebagai kelompok leadhership. Kelompok leadhership ini mendapatkan materi bagaimana menjadi perencana atau perancang ekowisata sehingga bisa bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Nantinya kelompok leadhership merupakan kelompok inti yang akan mengarahkan masyarakat sekitar TWA gunung tunak untuk menciptakan berbagai paket wisata sehingga bisa meningkat kunjungan dan sekaligus memberikan kepuasan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung di TWA Gunung Tunak.

B.Kelompok Kupu-Kupu

Kelompok kupu-kupu ini dibentuk mengingat keberadaan kupu-kupu yang sangat beragam dan unik sekali. Hampir disepanjang tahun kita bisa menemukan kupu-kupu di tunak sedangkan ditempat lain hanya akan kita temukan pada musim penghujan saja. Oleh karena itu BKSDA dalam hal ini akan menjadikan keunikan dan keanekaragaman kupu-kupu ini sebagai atraksi utama untuk menarik minat wisatawan. Saat ini sedang dibangun pusat ekologi kupu-kupu (Penangkaran kupu-kupu) yang nantinya sebagai tempat bagi pengunjung untuk melihat dan mengetahui jenis-jenis kupu-kupu yang ada di kawasan  Gunung Tunak. Untuk menyiapkan SDM yang expert (terampil) mengenai kupu-kupu, maka dibuatlah kelompok kupu-kupu ini yang berjumlah 10 orang.

C.Kelompok kerajinan Tangan (handicraft)

Setiap kegiatan berwisata tidak akan terlepas dari namanya cendra mata (Oleh-oleh). Akhir-akhir ini usaha jualan cendra mata (oleh-oleh) sangat berkembang pesat dan terbukti memberikan sumbangsih dalam meningkatkan perekonomian masyarakat baik itu pengrajin maupun penjual. Melihat peluang yang terbuka lebar dengan perkembangan ekowisata di TWA Tunak yang semakin banyak menarik minat kunjungan dan ditunjang dengan sarana dan prasarana maka masyarakat diharapkan bisa menjual hasil kerajinan tangan kepada wisatawan yang datang ke TWA Gunung Tunak.

Adanya pelatihan Handicraft ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat untuk membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan yang mudah didapat baik itu dari kayu maupun barang-barang bekas lainnya. Nantinya hasil kerajinan tangan tersebut akan dijual kepada wisatawan sebagai oleh-oleh telah berkunjung ke TWA Tunak.

D.Kelompok Kuliner Tradisional

Akhir-akhir ini paket wisata kuliner menjadi trend karena banyak yang rela membayar sejumlah uang demi kepuasan mencicipi makanan khas suatu daerah yang tidak bisa ditemu didaerah lain. Selain itu Ekowisata sangat erat kaitan dengan kuliner local yang mempunyai nilai plus bagi paket wisata yang ditawarkan.  Maka dari itu, pada pelatihan ini juga di bentuk satu kelompok yang mempelajari bagaimana menyajikan kuliner lokal kepada wisatawan yang berkunjung ke tunak sehingga mereka akan terpuaskan dan bersedia untuk datang lagi.

Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah dalam hal ini BKSDA NTB yang telah memfasilitasi pelatihan ini dan tidak bosan-bosannya membimbing masyarakat sekita TWA Tunak sehingga tujuan adanya ekowisata salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar TWA tercapai. Harapan saya kita jangan jadi penonton di daerah sendiri melainkan menjadi pelaku ekowisata dengan menawarkan paket wisata yang punya kearifan lokal dan menjunjung tinggi nilai konservasi alam.

Salam Lestari !! 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru