Peserta UN Pingsan di Ruang Ujian


KM. Sukamulia – Salah seorang Santriwati MTs Nurul Bayan Telaga Bagek Desa Anyar Kecamatan Bayan pingsan saat mengikuti Ujian Nasional MTs Tahun Pelajaran 2016/2017. Santriwati atas nama Miatul Aeni dengan Nomor Peserta ini memaksakan diri untuk mengikuti UN yang meskipun kondisinya dalam keadaan sakit.

Sebelum UNKP berlangsung, Panitia UNKP MTs Nurul Bayan memberitahukan kepada pengawas ujian setempat bahwa ada tiga orang peserta UNKP di Ruangan 25 sedang dalam keadaan sakit. Satu orang (Miatul Aeni) sakit dan berada di Pondok Santriwati Ponpes Nurul Bayan dan dua orang lainnya (Imelga Sanova dan Tik Kun Anjani) sakit di rumah masing-masing (di Tanjung).

“Untuk dimaklumi bahwa pada hari pertama ini (Selasa/02/05/2017) ada 5 orang peserta UNKP yang mengalami kendala untuk mengikuti UNKP hari ini. Tiga orang terkendala sakit dan dua orang dalam perjalanan pulang umrah. Tiga orang yang sakit itu berada di Ruang 25, dua diantaranya sakit di rumah masing-masing dan satunya lagi sakit di Pondok Santri. Sedangkan dua orang santriwati yang pulang umrah sedang dalam perjalanan ke sini (tempat ujian/Ponpes Nurul Bayan) dan kemungkinan besar mereka agak terlambat untuk masuk ke ruang ujian”, papar Adi Suryadi (Panitia UNKP MTs Nurul Bayan) di depan 10 orang pengawas yang bertugas mengawasi jalannya UNKP di madrasah tersebut.

“Selanjjutnya, dua orang santriwati kami yang sakit di rumah masing-masing, insyallah akan mengikuti UNPK dengan dibawakan Naskah Soal dan LJU ke kediaman mereka, demikian juga dengan santriwati kami yang sedang sakit di pondok-nya”, tambah Adi.

Sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh panitia UNPK tadi, seyokyanya Miatul Aeni akan mengikuti UNKP di pondoknya, namun ia memaksakan diri untuk datang ke ruang UN. Sekitar 10 menit setelah bel masuk dibunyikan, Miatul Aeni masuk ke ruang UN (Ruang 25) dengan dipapah oleh dua orang teman pondok-nya. Sebelum diberikan soal, pengawas ruangan sempat bertanya kepada Mia mengenai apakah ia kuat untuk mengikuti UN dan Mia pun menyatakan bahwa ia bisa dan akan berusaha untuk mengikuti UN sampai selesai.

Pada kesempatan itu pula, kami Mia menginformasikan bahwa ia sakit sejak kemarin (Senin/30/04/2017). Ia mengidap sesak nafas dan demam. Ia juga menginformasikan bahwa dirinya sudah diberikan pengobatan oleh pihak Pengelola Ponpes Nurul Bayan, namun sakitnya belum begitu mendingan.

Mendengar pernyataan itu, pengawaspun memberikannya soal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang merupakan maple UN di hari pertama. Sekitar 12 menit setelah diberikan soal, Mia terlihat menghela nafas panjang dan ahirnya pingsan. Pengawas ruangan langsung menghubungi panitia dan Mia pun dibawa keluar dari ruangan supaya peserta lainnya tidak terganggu.

Sekitar 7 menit pingsan, Mia sadarkan diri dan ditandu ke pondoknya oleh santriwati (petuas piket) hari ini. Meski demikian, Mia tetap bersikeras untuk tetap menjawab soal UN dan ia pun diberikan menjawab soal UN di pondoknya dengan diawasi oleh salah seorang pengawas ruangannya. Meski dalam keadaan sesak nafas dan demam yang cukup tinggi, Mia dapat menyelesaikan soal sebelum bel tanda berahirnya waktu UN dibunyikan.

Perlu juga diketahui bahwa dua orang santriwati yang sakit di rumah masing-masing dapat pula mendapatkan UN dengan dibawakan soal dan LJU oleh Adi Suryadi (panitia) ke rumah mereka masing-masing. Dan alhamdulillah kedua orang peserta UN tersebut dapat menyelesaikan soal UN tepat pada waktunya sehingga LJU kedua orang santriwati tersebut dibawa kembali oleh Ust. Adi pada sekitar pukul 12.50 wita.

_By. Asri The Gila_ () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru