UMKM Bukan Mental Pengemis

"Dari nawaitu kita bagaimana berusaha agar tidak dijibir oleh orang lain dan saya sakit hati juga dikatakan bahwa mentalitas UMKM kita ibarat pengemis, Naah oleh karna itu kita harus mandiri dan semua itu berasal dari diri sendiri bukan orang lain". Demikian kata Kepala dinas koperasi dan UMKm Provinsi NTB Dra.Hj.Putu Selly Andayani,M.Si saat membuka Training manajemen 5R (Ringkas,Rapih,Resik,Rawat,Rajin) untuk UKM Mitra LPB PPKP Mataram NTB dari tanggal 21 s/d 22 di Aula PT.Astra International Tbk tadi pagi.

Sambung Hj.Selly, tugas dari pemerintah hanya memfasilitasi, seperti halnya kerjasama dinas  dengan YDBA, Angkasa Pura, semua BUMN menjadi bapak angkat, oleh karna itu kita harus percaya diri jangan dikatakan sebagai mental pengemis, itu kita tepis.

"Mereka sakit hati juga kalau UMKM kita sudah betul-betul diatas dan naik kelas, contohnya satu binaan kita Nutsapir sudah mendapatkan
penghargaan yang luar biasa menjadi juara 3 nasional Bule Band Master Oleh-Oleh. "Alhamdulillah itu sudah merupakan ikhtiar kita bersama". papar Hj.selly sambil menyemangati para peserta.

Kata Hj.Selly, peserta pelatihan 5R (Ringkas,Rapih,Resik,Rawat,Rajin) khususnya secara pribadi sebagai Kepala dinas koperasi dan UMKM NTB berterimakasih kepada YDBA (Yayasan Darma Bhakti Astra) selaku sponsor dan menjadi bapak angkat bagi UMKM yang sering disebut sebagai pelaku ekonomi kerakyatan.

"Yang luar biasa perhatian dari YDBA kepada teman-teman UMKM apalagi pada akhir 2016 ini ada 2 orang pelaku UMKM yaitu Sambal Encim dan Darma Setia melaksanakan Diklat di Negara Sakura yakni jepang". Ujar Hj.Selly

Lebih jauh Hj.Selly mengatakan ini adalah akhir dari tahun 2016, semoga ditahun 2017 lebih banyak lagi yang akan diberangkatkan oleh YDBA oleh karna itu pelaku-pelaku UMKM harus tetap bersemangat dan optimis.

Hal senada juga disampaikan oleh narasumber dari YDBA Sutarjo, menurutnya UMKM mental pengemis itu sangat terbalik, UMKM tidak pernah menjerit dalam kondisi apapun,UMKM selalu bangkit dan punya semangat.


"Negara ini baik karna UMKM, setuju gak bapak ibu sekalian, pada saat ekonomi bergejolak, itu yang kelimpungan yang diatas yakni pengusaha besar. UKM tidak pernah seperti itu, UMKM langsung bersentuhan dengan masyarakat. jika ada orang mengatakan UMKM pengemis saya sangat tidak setuju. justru UMKM yang membangkitkan ekonomi masyarakat, terbukti sekarang  keberadaan UMKM semakin baik". Ujar Sutarjo

Sutarjo menambahkan, YDBA sendiri memiliki CSR (Corporate Social Responsibility) khusus membina UMKM di seluruh indonesia. Kini usia YDBA 36 tahun sejak pertama kali partnernya itu sudah mencapai 10 ribuan UKM sampai pertengahan tahun. Dan dari 10 ribuan itu sebagian sudah naik kelas.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru