Selamatkan Sumberdaya Sungai Kita

Kembalikan Surgaku Bag: 3(Habis)

Kepindahan Mahesa Semenjak tujuh thun Silam Sudah menjadi buah bibir sejak dari awal kepindahannya, namun cibiran itu tidak membuat Mahesa bergeming, karena dalam bathinnya telah tertanam keyakinan kuat bahwa hidup sejatinya adalah gerak yang selalu lurus dengan usaha dan perbuatan, kehidupan Mahesa yang kembang kempis dibentur kondisi tidak menyurutkan langkahnya mencapai apa yang di harapkannya. Dan sekarang sudah bisa berbuah manis meski tidak seperti aslinya.

Kembalikan surgaku

Sungai adalah bagian dari surga dan keindahannya terletak pada kehadirannya bersama dengan aliran jernih airnya, kesuburan Tanah tumpah darahnya yang bagai sebuah rahim yang senantiasa berisi dan siap melahirkan berjuta-juta kesejahteraan bagi setiap kehidupan diatas telapak tangannya, bentangan alam yang menghijau di musim penghujan bagai permadani yang dibentangkan para malaikat subuh bertahtakan butiran embun menghias pucuk-pucuk padi, dan disaat-saat seperti itulah segala kehidupan Mahesa Berdenyut dalam nafas senda gurau dan tawa riang bocah-bocah.

Kembalikan surgaku

Lowok (permainan dengan mangadu biji asam jawa), gatre’(permainan dengan patahan ranting kayu yang di mainkan dengan membuat lubang di atas tanah) begansingan, selodor,benteng dan sebagainya adalah episode Hidup Mahesa yang kini telah tergantikan dengan Hiruk pikuk Materialism yang menghunjam naluri semenjak dihadirkannya pasar bebas, menguap bagai embun dipucuk padi yang menguap oleh matahari yang makin meninggi.

Kembalikan surgaku

Kebahagiaan Mahesa saat ini melihat sebuah pentas penyelamatan lingkungan melalui kampanye-kampanye pelestarian lingkungan hidup dan reboisasi adalah bagian lain dari kebahagiaannya, meski Mahesa tidak berani meyakini keabadian itu namun itu adalah harapan yang paling di pupuknya  selama menjadi aktivis lingkungan hidup.

Abu Ikbal

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru