Apresiasi Untuk Siswa Berkebutuhan Khusus


“Forget your disabilities and explore your abilities” adalah kata yang tepat untuk menggambarkan acara Equality for Disability yang diadakan oleh Golden Tulip Mataram bekerjasama dengan RRI dan sukarelawan. Acara ini digelar dalam rangka menyambut HUT NTB ke 58 dan merayakan Hari Disabilitas Internasional, hari ini (15/12) merupakan puncak acara dari kegiatan sosial yang dilakukan oleh Golden Tulip Mataram beberapa waktu yang lalu, yang dimulai sejak tanggal 20 November 2016. Diawali dengan Bread of Hope (penjualan Roti) di Car Free Day, mensponsori acara Jalan Santai Disabilitas yang diadakan oleh RRI dan puncaknya pada hari ini, Golden Tulip Mataram memberikan ruang kepada adik-adik berkebutuhan khusus untuk menunjukkan talentanya. 


Pemberian bunga dari adik-adik SLB kepada para guru sebagai bentuk apresiasi menjadi awal dari rangkaian acara Equality for Disability ini. Penyampaian testimoni oleh salah seorang tuna netra yang sudah menyelesaikan jenjang pendidikan S2 di Australia. Hal itu menunjukkan bahwa keterbatasan mereka hanyalah istilah, bukan penghalang mereka untuk terus berprestasidan bermimpi. Tidak kalah menarik penampilan pantomim dari SLB Negeri Pembina, dilanjutkan dengan penampilan tarian dari SLB Dharma Wanita serta penampilan musik dari Yayasan Tuna Netra Al-Mashar.


“Kami berharap, acara ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan kemampuan dan prestasi adik-adik kita di masyarakat. Apresiasi ini tidak hanya kami tujukan untuk adik-adik berkebutuhan khusus, tapi juga untuk para guru dan orang tua yang mendidik mereka menjadi anak-anak yang mandiri. ”ujar Yuni Novianti selaku Director of Sales Golden Tulip Mataram Hotel-Lombok.


Sebagai wujud apresiasi atas hasil karya adik-adik di SLB, Golden Tulip juga melelang hasil karya kerajinan Kuningan dari SLB Dharma Wanita dan tas dari hasil karya SLB Negeri Pembina. Hasil lelang tersebut diserahkan langsung ke masing-masing SLB. Terdapat juga corner untuk penjualan hasil karya dari kedua SLB tersebut. Acara ditutup dengan berfoto dan acara ramah tamah bersama para guru, adik-adik SLB, sukarelawan dan tamu undangan.

“Adik-adik ini luar biasa sekali. Saya baru tahu kalau mereka Tuna Rungu, mereka menari dan bisa mengikuti irama lagunya.”Ujar salah satu tamu undangan saat ditemui di akhir acara. ()

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru