Guru RA Yang Pantang Menyerah

Aku Ingin Mencintaimu dengan caraku Sendiri

Sudah hampir 12 tahun lamanya Su_wangi Membangun bahtera rumah tangga, meskipun dengan Kesederhanaan dan terkadang banyak terpeleset pada awal menegakkan pondasi bangunan rumah tangganya Su_wangi tetap bisa menguasai dirinya, Posisinya sebagai seorang istri benar-benar sangat di perhatikannya, Tersebab itulah segala persoalan yang membentur bangunan pondasi itu tetap kokoh berdiri di tengah terpaan angin desas-desus, meski terpanggang panas Persaingan memenuhi kebutuhan hidup kadang menyengat melebihi kemampuan nya untuk bertahan namun Su_wangi tetap yakin tuhan tidak menguji manusia melebihi kapasitasnya, walaupun di rendam derasnya guyuran hujan Masalah Pendidikan anak-anak atau badai prahara Profesi sebagai Pengabdi bagi Su_wangi adalah prinsip yang harus dibela mati.

Setelah Menamatkan Studi strata 1 di Institute Agama Islam Hamzanwadi Pancor pada tahun 2009 Su_wangi semakin mantap untuk mengabdikan diri pada dunia pendidikan dan berstatus sebagai guru non PNS, bagi Su_wangi bukan hal utama dalam hidupnya walaupun hal itu ia harapkan adanya tetapi baginya tetaplah bagian lain dari sisi pengabdiannya untuk RA tempat Mengajarnya, Su_wangi Tampil sebagai seorang Motivator bagi rekan-rekannya yang lain, Su-Wangi seumpama Ruh bagi kehidupan Suatu jiwa begitulah hadirnya Su_wangi bagi teman-temannya.

Bagi Su_wangi Sehari Semalam yang berjumlah 24 jam terlalu sedikit apabila dibandingkan dengan Menumpuknya pekerjaannya sebagai Ibu Tiga Anak dengan kebutuhan dan keperluan serta kecerewetan anak-anaknya yang bermacam-macam, tetaplah dijalani oleh Su_wangi sebagai bagian lain dari pengabdianya sebagai seorang Istri dan ibu dari anak-anaknya, Su_wangi diwaktu pagi adalah dewi Penyemangat dan disiang hari adalah dewi pemberi rahmat bagi Suami dan anak-anaknya, Begitulah kehidupan Su_wangi Semenjak 2007 awal pernikahan dengan lelaki pilihan terbaiknya.

Terkadang dalam relung hati terdalamnya Su-Wangi sering menjerit  apabila mengenang Keadaanya yang  selama ini, wajah suaminya yang begitu tulus membanting tulang, mencari nafkah untuk keluarga tampa pernah letih seakan-akan anak panah yang melesak meninggalkan busurnya tak kenal mundur sebelum sampai tak boleh berhenti sebelum tertancap begitulah prinsip hidup yang membesarkan dirinya, seperti itu pulalah air mata membasuh mata hatinya sehingga Su_wangi beberapa hari ini sering terdiam seperti menyimpan sesuatu yang tidak mungkin diutarakannya kecuali pada waktu yang tepat.

Suatu malam Suaminya pulang dari sebuah urusan Su_wangi tertidur tampa sadar dan tidak menyadari kepulangan suaminya, karena baginya suami adalah sosok yang harus ditaati melebihi kebaktian anak kepada ibunya namun apalah daya bagi Su_wangi hal itu sudah berlalu namun Su_wangi berjanji tidak akan mengulangi untuk kedua kalinya Pesan Su_wangi kepada hati terdalamnya, begitulah masalah demi masalah mengelayuti hati tulusnya hilang satu muncul berpuluh-puluh masalah lainnya tetapi tetap disimpanya untuk diutarakan nanti pada waktunya begitulah Pesan Su_wangi pad dirinya yang kini mulai merasa semakin berjarak dengan suami yang begitu di hormatinya sekaligus tempat jantungnya berulam.

Masalah yang paling membebaninya adalah ketika tugas-tugasnya sebagai ibu rumah tangga harus dibenturkan seumpama telur dengan batuatau semisal menarik seutas rambut dari setumpuk tepung, memang sulit baginya mewujudkan prinsip Empak Bau Tunjung Tilah menurut filosofi hidupnya, terkadang Su_wangi juga bisa berfikir pendek ketika secara spontan beberapa tugasnya di tempat mengajar belum kelar sudah menumpuk lagi tugas barunya dalam rumah tangga, sehingga Su_wangi harus melakukan hal-hal yang bertentangan dengan bathinnya sebagai seorang istri, tubuhnya yang dulu montok semakin-hari semakin menyusut meski masih Nampak anggun, jelas terbayang begitu letihnya Su_wangi sebagai istri hanya tinggal menunggu waktu dan meneriakkanya dialam bebas sebuah ketulusan yang selama ini telah berlalu meninggalkannya, Su_wangi ingin berkata AKU INGIN MeNCINTAIMU DENGAN CARAKU SENDIRI.

On Desember,besides her Husband (Abu Ikbal) -05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru