Budidaya Madulani Bersama Siswa

KM. Sukamulia – Mempertajam kreatifitas peserta didik adalah salah satu misi MTs. Maraqitta’limat Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Banyak cara yang dilakukan oleh kepala madrasah beserta guru-gurunya untuk mewujudkan tujuan itu. Salah satunya adalah dengan melakukan program pemberdayaan kemandirian siswa melalui kegiatan-kegiatan budidaya tanaman demgan teknik hidroponik, budidaya unggas dan budidaya Madulani.

Madulani merupakan salah satu hewan budidaya yang banyak ditemukan di sekitaran Dusun Lenggorong, melihat potensi tersebut maka pengelola MTs. Daerah terpencil tersebut mencoba mengembangkan program budidaya Madulani bersama siswa. Dalam pelaksanaan program tersebut, setiap siswa ditugaskan membawa sepotong bambu sepanjang 15 cm, bambu tersebut akan digunakan sebagai media atau tempat menaruh bibit Madulani.

Hamdan, S. PdI menerangkan bahwa program budidaya Madulani telah dilaksanakan sejak awal smeter I tahun pelajaran 2016/2017 dengan mewajibkan setiap siswa untuk memelihara Madulani di rumah masing-masing. Karena program tersebut dianggap kurang efektif sebab pihak sekolah tidak dapat melakukan pengawasan dengan baik maka mulai minggu ini, ia mengajak siswanya untuk mengembangkan madulani di sekolah.

Tujuan dulaksanakannya proram budidaya Madulani ini adalah untuk mengembangkan kreatifitas siswa dalam mengelola sumber daya alam yang ada di sekitar mereka. Selain itu, Madulani memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan sehingga paling tidak madulani yang akan dihasilkan dari kegiatan ini dapat dijadikan sebagai tambahan koleksi obat herbal di madrasah. Kalau hasil budidayanya banyak maka Madulani yang dihadilkan dapat kami jual untuk menambah kas mdrasah sebab harga Madulani cukup mahal di pasaran.

Untuk melaksanakan program budidaya Madulani, mulai minggu ini kami mewajibkan siswa untuk membawa potongan bambu yang akan digunakan sebagai media atau tempat menaruh bibit Madulani. Bibit Madulani kami ambil di pohon Kesambik yang ada di sekitar madrasah dan alhamdulillah, hari ini (Senin, 20/11/2016) kami dapat mengisi 20 potongan bambu dengan bibit Madulani yang kami dapatkan, insyallah 3 bulan ke depan bibit yang kami masukkan tadi bisa dipanen, papar Hamdan, S. PdI.

Budidaya Madulani ini dilakukan diluar jam belajar, kegiatan tersebut dilaksanakan pada saat keluar main sehingga program tersebut tidak mengganggu aktifitas kegiatan belajar mengajar. Yach… semoga saja program budidaya Madulani yang dilaksanakan di MTs. Tersebut berjalan dengan baiksehingga pada 3 bulan yang akan datang pengelola dan siswa madrasah tersebut dapat memanen hasil budidayanya.

_By. Asri The Gila_ () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru