Guru Digugu Karena Kompetensinya


MAN 2 Sumbawa_Inmas, Madrasah Aliyah negeri 2 Sumbawa melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka Hari Guru Nasional dilaksanakan di Halaman Madrasah, dan dihadiri siswa siswi ,Guru dan Tata Usaha,petugas upacara seluruhnya guru Jum’at 25 November 2016. 


Kepala MAN 2 Sumbawa (Syahabuddin,S.Ag)

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kepala MAN 2 Sumbawa, Syahabuddin, S.Ag, dan dalam amanatnya beliau menyampaikan terima kasih kepada petugas upacara para guru, dan telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan Guru harus mampu menjadi tempat menyimpan dan mewadahi anak didik dengan segala modelnya anak yang baik atau yang nakal.anak yang pintar atau yang bodoh diperlakukan sama, tanpa pilih kasih. Semua model anak, sebagai anugerah Tuhan, harus dapat dirangkul dan dikemas oleh Guru.

Ada banyak indikator untuk menempatkan guru sebagai sosok yang layak digugu dan ditiru. Tergantung cara pandang kita tentang guru. Namun, setidaknya kita dapat melihat guru dari dua indikator, yaitu kompetensi dan sikap. Seharusnya, guru dapat digugu karena kompetensinya. guru dapat ditiru karena sikapnya. Guru tidak hanya menjalankan tugas mengajar di depan kelas. 

Tapi guru dituntut untuk mampu mengembangkan kemampuan dan kecerdasan siswa secara komprehensif, baik intelektual, emosional, dan spiritual. Bahkan guru kini, dianggap menjadi sosok sentral dalam membentuk karakter siswa.


Pada kenyataan ini, siapapun yang menjalankan profesi sebagai guru harus memiliki kepekaan terhadap berbagai realitas dan dinamika kehidupan. Guru tidak hanya dituntut agar mampu melakukan transformasi ilmu dan pengetahuan kepada siswa semata.

Tapi guru juga harus memiliki tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk membangun karakter dan kemampuan literasi siswa. Merencanakan pelajaran dengan baik, mengajar secara optimal, dan mampu mengevaluasi hasil belajar secara objektif menjadi agenda penting profesi guru.

Harus diingat, kualitas guru tidak dinilai dari gelar sarjana yang dimilikinya atau bahkan kelulusan program sertifikasi yang diperolehnya. kualitas guru pada dasarnya tercermin melalui kualitas siswa atau anak didiknya yang dihasilkannya. Guru semakin memiliki peran sentral karena dianggap sebagai ujung tombak pencapaian tujuan pendidikan.

Pada UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah

1) mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual,

2) mengembangkan kesehatan dan akhlak mulia dari peserta didik,

3) membentuk peserta didik yang terampil, kreatif, dan mandiri.

Tujuan ini menjadi isyarat bahwa guru merupakan garda terdepan yang menentukan kualitas pendidikan nasional, tentu dengan segala masalah dan realitas yang dihadapinya.

Dalam orientasi belajar, guru harus mampu mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas. guru harus memiliki orientasi yang tidak terbatas pada kemampuan kognitif siswa, tetapi juga afektif dan psikomotor pada diri siswa. Intinya, guru harus lebih kreatif dalam mengajar__jk

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru