MGMP Matematika

MTsN Sumbawa, Inmas _ Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kab. Sumbawa yang diketuai oleh Bapak Muhammad Abror, S.Pd Guru Matematika di SMP 1 Unter Iwes, merupakan suatu wadah profesional guru mata pelajaran matematika yang berada pada suatu wilayah kabupaten Sumbawa yang ruang lingkupnya meliputi guru mata pelajaran pada SMP/MTs Negeri dan swasta, baik yang berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) maupun swasta dan atau guru tidak tetap atau honorarium,Selasa (08/11/2016)

Guru Matematika MTsN Sumbawa. Yeti Nuraini, Ely Setiawaty,S.Pd, Ramlah, S.Pd dan Banriati, S.Pd , selalu aktif dalam mengikutinnya dengan merujuk pada tempat dan jadwal yang sudah disepakati.

Jadawal MGMP dengan 12 pertemuan yang dilaksanakan 2 kali sebulan dan diikuti oleh sekitar 31 guru mampu menyatukan persepsi bersama dalam membangun dan meningkatkan profesional guru dalam melaksanakan pembelajaran yang bermutu sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ibu Yeti Nurani, S.Pd guru matematika di MTsN Sumbawa menjadi guru model MGMP di MTsN Sumbawa pada Kelas VIII-1 Jumat, 04/11/16, dengan mengggunakan Desain pembelajaran yang menerapkan kerangka kerja ELPSA yang dimodifikasi dari 5 komponen yaitu : 1. Experience. 2. Language. 3. Fictures. 4. Syimbol dan 5. Aplication.

Lima komponen inilah yang digunakan sebagai langkah memahami ELPSA. Kepala MTsN Sumbawa Besar, Adiat Hasan, S.Ag menyambut baik pelaksanaan MGMP yang diikuti oleh guru MTsN Sumbawa, karena MGMP adalah :

1. Untuk memotivasi guru guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam merencanakan, melaksanakan, dan membuat evaluasi programpembelajarandalam rangka meningkatkan keyakinan diri sebagai guru professional,

2. Untuk meningkatkan kemampuan dan kemahiran guru dalam melaksanakan pembelajaran sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan, Untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan mencari solusi alternatif pemecahannya sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing guru, kondisi sekolah, dan lingkungannya,

3. Untuk membantu guru memperoleh informasi teknis edukatif yang berkaitan dengan kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi, kegiatankurikulum, metodologi, dan sistem pengujian yang sesuai dengan mata pelajaran yang bersangkutan,

4. Untuk saling berbagi informasi dan pengalaman dari hasil lokakarya, simposium, seminar, diklat, classroom action research, referensi, dan lain-lain kegiatan profesional yang dibahas bersama-sama.

Dan Untuk menjabarkan dan merumuskan agenda reformasi sekolah (school reform), khususnya focus classroom reform, sehingga berproses pada reorientasi pembelajaran yang efektif. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru