Cerita Kepala SMA 1 Batulayar

Baru lima bulan menjabat sebagai Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batulayar, Baharudin, S. Pd. I mulai menggebrak jajarannya. Jika dibandingkan dengan pendahulunya sebagai Kepala Sekolah, bisa dilihat dengan jelas perbedaannya terutama dari segi kuantitas murid. Sebelumnya, peminat di sekolah menengah ini terbilang kurang, banyak factor yang menyebabkan semua itu.

Menurut Kepala Sekolah asal Desa Sandik ini, salah satu yang menyebabkan factor menurunkan kuantitas atau jumlah murid di sekolah adalah masyarakat atau anak-anak Batulayar senang keluar mencari sekolah lain. Padahal statusnya sama, sama-sama negeri, apalagi orang kaya misalnya, cendrung mencari sekolah-sekolah ternama, begitu ujar Baharudin di ruangannya, 09 Agustus 2016 pukul 08.12. Wita.

Selain itu, banyaknya sekolah termasuk sekolah swasta yang ada di daerah Batulayar termasuk adanya Sekolah Menengah Kejuruan misalnya. SMK 1 Batulayar banyak muridnya, karena terkait dengan dunia kerja, apalagi di daerah pariwisata, perhotelah dan sejenisnya sudah memiliki jurusan-jurursan. Tapi kembali seperti awal saya katakana bahwa semua itu tidak menjamin langsung mendapatkan pekerjaan, tergantung dari pribadi-pribadi masing-masing siswa dan tentunya kebutuhan dunia pariwisata. Pun demikian, menuntut ilmu itu asalkan serius hasilnya akan sama, demikian lanjutnya Kepala Sekolah ini.

Mengenai trik yang digunakan untuk memberikan kepercayaan kepada SMA 1 Batulayar ini, Kepala Sekolah yang menjabat sejak 21 April 2016 tersebut mengatakan menggunakan pendekatan-pendekatan melalui dakwah. Saya berdakwah, melalui pengajian-pengajian, kebetulan saya punya jamaah di berbagai tempat, dari itu saya perkenalkan sekolah ini, urai Baharudin di ruangan Kepala Sekolah.

Kurangnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMA1 Batulayar ini bukan juga karena kekurangan tingkat Sumber Daya Manusia (guru-guru). Hamper semuanya guru senior, bahkan ada yang sudah pangkatnya IV/b, bahkan saya sendiri masih III/d, begitu cerita Kepala Sekolah ini. Saya targetkan 2 tahun untuk mengembalikan kuantitas dan kualitas di sekolah ini, demikian tutup Baharudin. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru