Pramuka Kampanyekan Buadaya Membaca

KM Nggusuwaru - Membaca adalah jendela untuk melihat dunia yang lebih luas. Buku, majalah dan sejenisnya dapat mengantarkan kita seolah-olah telah pergi ke berbagai tempat atau merasakan pengalaman yang telah dialami orang lain. Jadi, marilah mulai membaca.

Demikian dikatakan Arief Rachman, Koordinator Komunitas Pramuka Peduli, di hadapan para pelajar anggota Pramuka,di Lapangan Semangka Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Dikatakannya, selalu menarik dibahas tentang budaya membaca. Apalagi, perkembangan era digital perlahan menggeser posisi buku sebagai sumber informasi. "Semua informasi saat ini sudah dapat di akses secara online, begitu juga dalam hal membaca. Saat ini kebanyakan masyarakat lebih memilih mencari informasi melalui dunia digital jika dibandingkan dengan buku konvensional," terang Arief, Selasa lalu.

Namun demikian, lanjut PNS Dishubkominfo Kabupaten Bima ini, apapun sumber informasi yang dibaca baik secara online e-book ataupun konvensional, sejatinya peringatan Hari Buku Nasional bukanlah soal sumber yang dijadikan bacaan. Melainkan menumbuh-kembangkan minat baca pelajar di sekolah.

Menurut Arif, minat membaca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Hasil survai UNESCO pada tahun 2011 menunjukan tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0.0001 persen. Artinya, hanya ada satu orang dari 1000 masyarakat Indoensia yang masih mau membaca buku secara serius. "Mari kita membaca. Buka jendela dunia lewat buku, karena kita dapat pengalaman berharga dengan membaca," ajak Arief. (AL)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru