SLBN Taliwang Ujian Nasional

KM Taliwang - Tepat hari ini, Senin (09/05), SLBN Taliwang mengikutsertakan dua siswa dalam ujian nasional tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Terdiri dari satu siswa tuna daksa (D) dan tuna rungu (B). Yaitu Khafifah (D) dan Fadlillah (B). Dalam hal pengawasan jelas berbeda dengan sekolah reguler. Bila di sekolah lain siswa dapat mengerjakan soal secara mandiri. Namun bagi siswa berkebutuhan khusus terutama siswa tuna daksa dan tuna netra, harus dengan bantuan. Meminjam pendapat Samuel A. Kirk (1986) yang dialihbahasakan oleh Moh. Amin dan Ina Yusuf Kusumah (1991) seorang dikatakan anak tuna daksa jika kondisi fisik atau kesehatan mengganggu kemampuan anak untuk berperan aktif dalam kegiatan sehari-hari, sekolah atau rumah. Dengan kata lain, tuna daksa adalah suatu kegiatan yang menghambat kegiatan individu sebagai akibat kerusakan atau gangguan pada tulang, otot atau sendi sehingga mengurangi kapasitas normal individu untuk mengikuti pendidikan dan untuk diri sendiri. Dari pendapat ini sangat jelas bahwa anak tuna daksa tidak dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu dalam mengerjakan soal harus dengan bantuan. Bukan memberikan isi jawabannya tapi menuliskan nama, tanggal lahir dan menuliskan isi jawaban sesuai pilihannya. Syukur alhamdulillah kedua siswa dengan perbedaan ketunaan mampu mengerjakan soal dengan baik. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru