Program Sekolah Layak Anak

Kasus kekerasan terhadap anak masih rawan terjadi di sekolah. Hal ini membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Lombok Barat mulai tanggap. Salah satunya dengan membuat pogram sekolah layak anak. Hal ini akan diterapkan di semua sekolah.

Untuk itu, semua kepala sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMA akan menandatangani fakta integritas terkait sekolah layak anak ini. “Semua sekolah di Lobar ini harus menjadi sekolah layak anak. Tidak ada lagi kekerasan di sekolah,” tegas Kepala Dikbud Lobar H Ilham.

Seperti diketahui, belum lama ini kekerasan terjadi di salah satu SD di Kecamatan Kediri. Salah seorang guru melakukan pelecahan seksual terhadap muridnya. Dikatakan Ilham, kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian. Hingga kini masih dalam proses. Ia menjamin akan ada sanksi diberikan kepada guru yang melakukan tindakan asusila tersebut. Namun sampai saat ini belum ada hasil akhir dari pihak kepolisian. “Kami harus berlakukan PP Nomor 53,” kata pria asal Kediri ini.

Jika kasus ini sampai ke meja hijau maka akan ada sanksi tegas diberikan Dikbud. Seperti penundaan kenaikan pangkat, tidak menaikan pangkat, bahkan mencopot jabatan sebagai guru. “Bisa saja kita akan pegawaikan. Tidak lagi sebagai guru,” imbuh pria berkumis lebat ini.

Menurutnya, anak merupakan aset berharga dan akan menjadi aset daerah. Oleh sebab itu, pendidikan anak harus dijamin untuk mendapatkan yang terbaik. “Anak harus terhindar dari berbagai bentuk kekerasan, baik yang sifatnya fisik mau seksual,” tegasnya.

Penandanganan fakta integritas sekolah layak anak akan menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah. Oleh sebab itu harus ada perlindungan mulai dari sekolah. “Kami ingin anak di Lobar mendapat pendidikan yang layak,” tukasnya. (wardi) -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru