Penguatan Data Pendidikan Islam PAIS

Labuapi, 25/2_”Membangun data itu mahal dan sulit, tapi lebih jauh mahal dan sulit jika membangun tanpa data” ungkap Kasi Pakis Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat mengawali penyampaian materinya pada saat penyampaikan materi yang berjudul Refleksi pelaksanaan penguatan data Pendidikan Agama (EMIS) PAIS dihadapat 35 peserta Rapat Koordinasi Penguatan dan Peningkatan Mutu Data Pendidikan Islam (EMIS) PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat yang bertempat di PSBB MAN2 Model Mataram, Rabu, 25 Februari 2015.

35 peserta Rakor adalah unsur dari Pengawas dan Guru Agama se Kabupaten Lombok Barat dengan penuh ketekutan dan disiplin mendengarkan 3 (tiga) materi yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat Drs. H. Muslim, M.Ag, Drs. H. Abdul Qadir Jaelani dan Saudara Andi Kasman, S.HI yang menyampaikan format isian yang harus dikumpulkan paling lambat 1 bulan setelah Rakor ini dilaksanakan.

Dalam penyampaian materi tersebut, H. Abdul Qadir Jaelani juga mengatakan kepada seluruh peserta Rakor bahwa tidak aka nada pengambilan kebijakan yang baik tanpa didukung dengan perencanaan yang baik, namun proses perencanaan yang baik tersebut tidak akan sempurna tanpa ada data yang valid dan baik, jika demikian maka kedepannya hubungan antara pengambilan kebijakan dengan proses perencanaan dan hubungan antara proses perencanaan dengan data akan semakin kuat, lanjut beliau dalam memaparkan materinya.

Tidak sampai disini saja, malah tentang penguatan data yang valid, relevan, tepat waktu dan lengkap ini tentu akan menjadi mandatory program (program wajib) bagi seluruh satker, dan penguatan data ini merupakan keharusan untuk menyampaikan data melalui system e-data dan e-planning, tambahnya.

Hal-hal penting yang harus dipahami dalam penguatan data ini adalah disamping sebaik apapun aplikasi yang tersedia tidak akan artinya bila tidak dimanfaatkan dan tidak mendapat dukungan dari obyek yang wajib mengisi atau yang menerima manfaat, juga kami tidak akan pernah menyajikan data yang akurat dan utuh bila kami tidak mendapat pasokan data mentah yang akurat pula, dan ketidak akuratan data tersebut maka tidak pernah aka nada program yang tepat dalam membangun bangsa dan Negara ini, ungkap H. Abdul Qadir Jaelani mengakhiri materinya.

Yang tidak kalah penting dalam Rakor ini adalah cara pengisian format data yang sudah disiapkan oleh Kementerian Agama Pusat, dan cara pengisian format data ini dijelaskan oleh Saudara Andi Kasman, S.HI dengan terinci dan sedetil-detilnya sehingga dengan harapan para peserta tidak kesulitan dan bertanya lagi dalam pengisian data tersebut. [] - 02

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru