TV Jasamu Tiada...

Narmada KM, Saluran TV dari hari kehari semakin bertambah, sehingga acara yang ditayangkan juga semakin banyak, variatif, nonstop dari pagi sampai malam. Acara yang ditayangkan kebanyakan  sama mulai pagi dengan acara gosip artis sampai sore dan acara sinetron-sinetron yang tidak ada habis-habisnya sampai tengah malam. Dimana sinetron tersebut menayangkan adegan-adegan yang tidak selayaknya dipertontonkan terutama buat anak-anak seperti adegan perkelahian, percintaan, adegan yang menetang orang tuanya dan lain sebagainya.

Yang menjadi masalah disini adalah  efek dari semua tayangan itu, sebagian besar yang menjadi penonton setia atau penikmat tayangan-tayangan itu adalah kebanyakan anak-anak  yang belum bisa menyaring semua  informasi yang di dapat, mereka hanya langsung menelan mentah-mentah apa yang disaksikan, sehingga tak jarang terdengar dari mulut mereka yang keluar adalah nyanyian-nyaian yang menjadi soundtrack sinetron-sinetron tersebut. Tidak hanya itu anak-anak kecil sekarang juga lebih menghafal nama-nama pemain sinetron dari pada mata pelajarannya di sekolahnya.

Hal ini sangat berbahaya bagi anak-anak karena mereka adalah penerus Bangsa,  oleh sebab itu itu peran orang tua juga sangat diperlukan dalam mengontrol anak-anaknya terhadap film yang ditonton, paling tidak orang tua menemani anaknya ketika menonton televisi dan memberikan penilaian atas tayangan tersebut.

Tak ada salahnya menjelaskan bagiamana baik buruknya tentang tayangan TV kepada anak-anak, intinya anak berada dalam pendampingan orang tua saat menonton tayangan televisi,  seharusnya orang tualah yg memilih tayangan yang boleh atau tidak boleh ditonton anak-anak mereka.

Kondisi ini yang menggugah saya untuk berikhtiar memberikan pemahaman terhadap anak-anak yang ada dikampung tempat saya tinggal, sebagai seorang guru ngaji bagi anak-anak di Diniyah Babul Falah yang saya kelola sendiri, rasanya saya ikut berkewajiban untuk memberikan pengertian tentang bahayanya menonton tanyangan televisi yang acaranya semakin hari semakin tidak mendidik.

Bermodalkan sebuah video yang berisikan kritikan terhadap tanyangan TV yang didapat dari laman Youtube dan linknya dikirimkan oleh Abu Macel Kepala Kampung Media, video itu berisikan lagu bertemakan yang dinyanyikan oleh anak-anak Sekolah Dasar membuat suasana mengaji setelah Magrib saat itu (17/11) sangat berbeda karena anak-anak yang berjumlah lebih dari 40 orang yang merupakan santri di Diniyah Babul Falah sangat bersemangat menonton video yang ditayangkan lewat sebuah Laptop dengan menggunakan speaker aktif sebagai soundnya.

Setelah diputar dengan diulang sebanyak tiga kali, sedikit terlihat pemahaman dari wajah anak-anak polos yang rata-rata masih berumur 7 -14 tahun, setelah itu barulah saya mencoba memberikan pemahaman yang lebih mendetail tentang bahayanya tanyangan infotiment, sinetron dan tanyangan tidak mendidik lainnya, selain mengajak para santri untuk menhindari dan tidak lagi menonton tanyangan tidak mendidik dari televisi, saya juga mengharuskan kepada mereka untuk menyampaikan informasi yang mereka dapat malam itu kepada orang tua masing-masing agar mereka jadi faham dan mengerti juga. (Abdul Satar) - 05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru